Lawata Kian Apik, Kedepan Bagusnya Dikelola Pemkot atau Dipihak Ketigakan...?

Zulhijjah, M.Si



Kota Bima, Garda Asakota.-

Kawasan Pantai Lawata Kota Bima saat ini harus diakui sudah terlihat indah, apik, dan menarik pasca mendapatkan polesan dan penataan dari Pemkot Bima melalui kucuran APBD Kota Bima.

Ini sekaligus membuktikan bahwa, jika dikelola dengan baik disertai dukungan dana dan SDM profesional tentu suatu obyek wisata akan menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa diandalkan.

Hanya saja untuk kedepannya, agar bisa lebih mendapatkan pengelolaan yang optimal, banyak komponen warga yang mengusulkan tempat wisata Lawata ini diserahkan pengelolaannya kepada pihak swasta yang paham akan dunia Pariwisata.

Pemerintah dalam urusan pariwisata disarankan sifatnya hanya untuk mensupport saja dari sisi kebijakannya seperti dengan mempersiapkan infrastruktur jalan, fasilitas publik seperti jalan dan listrik.

Sementara pembangunan resort dan lain sebagainya itu menjadi tugas bisnis unity atau sektor orang bisnis. Tempat wisata biasanya, kata dia, akan selalu lebih maju jika dikelola swasta dari pada oleh pemerintah daerah atau pusat.

"Nah, sekarang Lawata sudah bagus, tinggal pemerintah kedepannya memikirkan pengelolaannya oleh pihak ketiga," ujar Wakil Ketua DPD KNPI Kota Bima, Zulhijjah, M. Si, kepada Garda Asakota, Rabu (17/6).

Menurutnya, dalam industri kepariwisataan, biarkanlah industri itu yang memimpin, pemerintah itu dibelakangnya untuk mensupport. Jangan sampai pemerintah ikut berbisnis, itu yang salah.

"Makanya, saya menyarankan tempat-tempat wisata yang dikelola pemerintah diambil alih orang profesional semacam dipihak ketigakan, kalau mereka membandel maka cabut saja izinnya," katanya.

Sementara itu, Plt. Kadis Pariwisata Kota Bima, Yuliana, S. Sos, yang diminta tanggapannya apakah obyek wisata Lawata itu dikelola langsung oleh Pemkot atau nanti akan dipihak ketigakan?, belum bisa memberikan jawabannya.

Terkait hal itu, Yuli mengaku akan membahasnya dulu dengan pimpinan. "Kita akan bicarakan dulu dengan atasan kami karena sebuah kebijakan yang kita ambil harus kembali keatasan," sahutnya singkat, Rabu (17/6). (GA. 212*)


Post a Comment

Previous Post Next Post