Kecelakaan Berat Kembali Terjadi di Puncak Jatiwangi, Satu Korban Alami Luka Serius

Korban saat dievakuasi warga


Kota Bima, Garda Asakota.-

Kecelakaan berat kembali terjadi di Puncak Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima sekitar pukul 20.00 wita. Dua remaja perempuan asal Penanae dan Penatoi Kecamatan Mpunda bernama, Nur Ayu Farismi warga Penanae dan Rizka Ayu Rahmania warga Penatoi Kota Bima menjadi korbannya.  Menurut informasi, Nur Ayu anak dari M Aminurlah, SE, Pimpinan DPRD Kabupaten Bima.


Saksi mata, Dedi, menyebutkan bahwa kejadian kecelakaan tersebut berlangsung sangat cepat. Ketika itu secara jelas dirinya melihat motor matic Vario Tekcno hitam yang di kendarai kedua korban meluncur tajam dari arah atas hingga ke bawah tikungan pertama langsung terbang ke dalam parit.

"Dentuman suaranya sangat keras, seketika itupun kami berteriak minta tolong pada warga yang sedang melintas untuk melakukan evakuasi," ungkap Dedi seraya menyebutkan bahwa akibat kecelakaan tunggal tersebut kondisi korban mengalami luka serius terutama korban Nur Ayu. "Sementara motor korban kerusakannya cukup parah," sebutnya.

Setelah sejumlah warga turun tangan untuk menyelamatkan kedua korban, selanjutnya korban langsung di evakuasi ke RSUD Kota Bima untuk mendapat penanganan medis. "Sepertinya korban atas nama Rizka Ayu cukup serius dan rekannya Nur Ayu mengalami luka lecet tapi kelihatan shock," kata sumber di RSUD Kota Bima.


Lurah Jatiwangi, Jumardin, S. Sos, berharap adanya perhatian khusus dan serius dari Pemerintah Kota Bima terhadap kondisi jalan  di Puncak Jatiwangi, karena diakuinya sudah terlalu sering jalan ini memakan korban jiwa maupun luka luka. "Paling tidak pemerintah segera menangani perbaikan pada jalan yang di tikungan dan turunannya karena terlalu curam," pintanya singkat.

Sementara itu warga lainnya meminta agar pengendara yang melintasi jalan tanjakan maupun turunan puncak Jatiwangi berhati-hati. Sebab sampai saat ini sudah banyak peristiwa kecelakaan yang terjadi akibat rem blong terutama saat posisi jalanan sedang menurun. “Selain karena kurang mahirnya kita dalam berkendaraan, bisa jadi banyaknya kecelakaan karena dampak dari kurangnya kita mengecek terhadap kelaikan kendaraan seperi rem blong atau ban kempes,” kata warga puncak Jatiwangi, Fahmi NS, SH. (GA. 003*)

Post a Comment

Previous Post Next Post