Lurah Ule Akhirnya Serahkan Insentif untuk TPQ Al-Faqih, Total Santri 372 Orang



Kota Bima, Garda Asakota.-

Pasca melakukan pertemuan dengan pihak Kesrasos Setda Kota Bima pada Jumat pagi (29/5) untuk memastikan kebenaran data riil jumlah santri salah satu TPQ di wilayahnya yang di anggap tidak rasional akhirnya Lurah Ule di dampingi Seklur dan Bendahara serta Babinkamtibmas kelurahan menyerahkan insentif tersebut kepada TPQ di maksud.

Adapun jumlah santri TPQ yang layaknya dinamai Madrasyah Tahfizul Quran Al-Faqih ini sebanyak 372 orang dikalikan Rp40 ribu per santri.

Kepada wartawan Lurah Ule, Nursin, S.Sos, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa data Kesrasos terkait dengan jumlah santri Madrasah di maksud benar adanya bahkan jauh lebih banyak setelah melalui proses rekapan yang mana jumlah santrinya justru sebanyak 550 orang santri.

"Namun tidak tercover semua tahun ini hanya santri sejumlah 372 orang saja yang diakomodir tahun ini sementara sisanya In syaa Allah akan di usahakan terakomodir di APBD Perubahan. Jadi, Alhamdulilah hari ini keraguan kami terjawab," ujarnya.

Sementara itu Pemilik TPQ/Madrasyah Tahfizul Quran Al Faqih sekaligus pendiri Yayasan Al-Faqih, Khairurrahman, S.Pdi, mengatakan bahwa apa yang terjadi merupakan hal yang wajar-wajar saja karena selama ini mungkin pemahaman masyarakat santri TPQ itu terbatas. "Tetapi Alhamdulillah apa yang kami lakukan di lembaga kami In syaa Allah pikiran masyarakat akan terbuka, itulah dinamika kehidupan," katanya.

Kata lulusan STAI Muhammadiyah Bima tersebut, Madrasyah yang berdiri sejak tahun 2013 lalu sekarang memiliki empat ruang belajar dengan belasan tenaga pendidik yang dari tahun ke tahun santri kami terus meningkat.

 "Alhamdulillah sekarang santri kami yang terletak di Rt.09/04 lingkungan Tolotongga Kelurahan Ule mencapai 550 orang santri, saking banyaknya santri maka belajarnya pun kami terapkan sistem shif," pungkasnya. (GA. 003*)

Post a Comment

Previous Post Next Post