Dugaan Sementara, Korban Alami Kekerasan Seksual Kemudian Dibunuh

Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono.

Kota Bima, Garda Asakota.-

Kamis kemarin, (14/5) terjadi peristiwa yang menggegerkan warga seputaran Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima tepatnya warga Rt.013/02. Di lokasi ini ditemukan adanya peristiwa gantung diri, dimana diketahui korban bernama Roslina alias Putri (9) warga Ruteng (NTT) tewas di luar pintu kamar sebuah kos.

Hanya saja kematian bocah kelas 3 SDN 55 Kota Bima ini membuat sejumlah warga bertanya, benarkah itu murni peristiwa gantung diri ? Sejumlah wargapun banyak yang mempertanyakan peristiwa tersebut, pasalnya setelah melihat foto dan vidio korban gantung diri nampak kaki masih menyentuh lantai dan tidak menggantung sewajarnya orang gantung diri.

Berdasarkan keterangan awal hasil olah TKP aparat Polres Bima Kota, seorang warga Nini Suryani menyebutkan bahwa sekitar pukul 12 siang dirinya yang saat itu sedang tidur di dalam kamar kosnya mendengar suara anak-anak yang begitu ramai sehingga membuat dirinya keluar kamar.

Saat itu, ia sempat memarahi anak anak yang sedang bermain sembari menanyakan ada apa dan kenapa anak anak berisik?. "Ternyata anak-anak mengatakan ada yang gantung diri," demikian keterangan Polres Bima Kota setelah melakukan olah TKP, Kamis kemarin (14/5).

Mendengar hal tersebut spontan Suryani langsung menuju kamar korban. Dirinya pun kaget karena benar benar melihat korban telah tergantung di depan kamar kosnya dengan tali seolah melilit korban.

Tanpa di komando dirinya kemudian menggedor kamar saudara/tetangga korban untuk menyampaikan peristiwa tersebut namun tak di indahkan hingga saat itu pihak Kepolisian tiba di TKP.

Berdasarkan informasi terakhir, malamnya aparat Polres Bima Kota Bima berhasil mengamankan seorang warga untuk dimintai keterangan sebagai saksi, sekitar pukul 21.20 Kamis malam di Kelurahan Dara.

Sementara itu, Kepada wartawan, Jumat (15/5) Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono, setelah polisi mendalami kasusnya, kuat dugaan bahwa korban diperkosa dan dibunuh. Polisi banyak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad bocah malang tersebut.

“Dugaan sementara korban ini dibunuh, karena tidak terlihat seperti korban bunuh diri. Ada banyak kejanggalan dan ini masih kita dalami terus,” ucapnya, Jumat (15/05).

Untuk itu, pihaknya telah melakukan visum dan masih menunggu hasilnya. Sementara, dugaan kuat adanya tindakan kekerasan seksual pada korban memicu terjadinya kasus pembunuhan. Lebih jauh Kapolres menyebut tanda kekerasan pada korban, mulai dari luka lebam pada lengan hingga luka sobek pada anggota tubuh siswi asal Nusa Tenggara Timur tersebut.

Untuk mendalami dugaan kuat tersebut aku Kapolres, polisi telah mengamankan sejumlah saksi. Salah satunya adalan pria yang juga asal Nusa Tenggara Timur dan merupakan tetangga kamar dari orangtua korban. Dari keterangan saksi, akan terlihat dugaan kasus pembunuhan hingga kekerasan seksual pada putri Enji dan Imel tersebut. (GA. Red*)

Post a Comment

Previous Post Next Post