Disesalkan, Ada Dana Penanganan Covid19 Rp27 Milyar, Lurah Sarae Malah Minta Sumbangan ke Pengusaha

Anggota DPRD Kota Bima, Ryan Kusuma Permadi 


Kota Bima, Garda Asakota.- 

Pemerintah Kota Bima memberlakukan pembatasan sosial berbasis kelurahan (PSBK) di seluruh wilayah Kelurahan yang tersebar di 5 kecamatan. Upaya ini untuk memutus penyebaran virus serta melindungi warga Kota Bima dari penularan COVID19.

Namun sayangnya, dari sisi anggaran pemberlakuan PSBK ini justru membenani masyarakat karena untuk pembangunan portal saja ada warga yang membangun secara swadaya. Padahal Pemkot Bima telah menganggarkan dana cukup besar Rp27 Milyar untuk pemberlakuan PSBK dan kebutuhan lainnya selama upaya pencegahan Covid19 di Kota Bima.

Bukan hanya pembuatan portal yang dilakukan dengan cara swadaya, bahkan ada oknum Lurah menerbitkan surat permohonan resmi sumbangan logistik kepada sejumlah toko di lingkungan setempat untuk membantu terlaksananya PSBK yang sudah beberapa hari terakhir diterapkan di Kota Bima.

Tentu saja, kebijakan oknum Lurah ini menuai reaksi publik, tak terkecuali kalangan Dewan. Kepada wartawan, anggotaDPRD Kota Bima Ryan Kusuma Permadi, menyesalkannya. Iapun menyorot cara Lurah Sarae menerbitkan surat permohonan resmi sumbangan logistik kepada sejumlah toko di lingkungan setempat untuk membantu terlaksananya PSBK.

Menurut Ryan, cara yang dilakukan lurah tersebut benar-benar mempermalukan wibawa pemerintah. Pasalnya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk penerapan PSBK, agar bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Dalam surat yang dikeluarkan Lurah Sarae itu tertuang untuk membantu kerja tim gugus tugas kelurahan, sementara di dalam perwali itu sudah diatur semua termasuk masalah pendanaan,” sorotnya, Jumat pagi (15/5).

Menurut Duta Partai Demokrat itu, karena sudah ada pendanaan, maka lurah tidak perlu meminta-minta sumbangan. Apalagi mengeluarkan surat secara resmi. “Ini bikin malu Pemerintah Kota Bima saja, ada kop pemerintah di atas surat itu,” ungkapnya.

Sementara sambung legislatif muda itu, semua pemilik toko di Kelurahan Sarae telah membayar pajak dan restribusi. Jadi, tidak perlu masalah PSBK ini dibebankan lagi kepada mereka.

Terhadap masalah ini, pihaknya akan segera mempanggil Lurah Sarae untuk klarifikasi. Guna menanyakan apa motivasinya meminta sumbangan tersebut. “Sekarang kan masih agenda monev kita juga, kalau tidak kita panggil, nanti biar kita yang datangi lurahnya,” tegas Ryan.

Sementara itu, Lurah Sarae Budiman, S.Pd, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat siang (15/5) berdalih bahwa permintaan sumbangan itu atas inisiatif seluruh perangkat Kelurahan mulai dari Rt Rw dan LPM bukan atas kemauan atau keinginannya pribadi.

"Karena terus terang saya pribadi pantang melakukan itu karena itulah pada siang ini seluruh perangkat kelurahan Sarae akan membuat pernyataan sikap bahwa ketika kita meminta sumbangan semacam ini jauh dari sikap adegang adegung apalagi patantang patenteng, tidak. Bahkan terus terang sumbangan di maksud di antar sendiri oleh yang punya toko di sertai dengan keikhlasannya yang sangat luar biasa," ungkap Lurah Sarae, saat dikonfirmasi wartawan.

Yang jelas kata Lurah, sebelum dana Covid19 ini cair, ada inisiatif teman teman Rt Rw dan LPM kelurahan Sarae mengingat pengamanan palang portal hingga larut malam. "Maka muncullah ide dari teman teman untuk memanfaatkan keberadaan pertokoan yang ada di wilayah Sarae untuk bersama sama ikut andil dalan PSBK pencegahan penyebaran virus Covid 19 dan itupun tidak semua toko yang di minta hanya beberapa saja," akunya.

Sekali lagi, ia menjelaskan bahwa pada awalnya menolak ide teman teman ini tetapi berangkat dari rasa ingin sama-sama berbuat yang terbaik untuk wilayah kerjanya, maka akhirnya ia setujui ide tersebut.


Sementara itu salah seorang perwakilan Rt menambahkan bahwa apa yang terjadi sekarang merupakan salah satu bentuk hubungan emosional antara pihaknya dengan para pemilik toko yang ada dan kondisi ini sudah terjalin sejak lama.

"Karena komitmen kami dengan mereka ini bahwa apabila terjadi hal hal yang dapat mengancam kenyamanan dan keselamatan mereka, maka kamilah yang menjaga mereka masa gara gara urusan antara kami dengan mereka kok orang lain yang kebakaran jenggot, masa hal sekecil ini tidak bisa di tolerir sih," kesalnya. (GA. 212/003*)

Post a Comment

Previous Post Next Post