Produser Mecidana Anggap HML Sebagai Orang Tua Sendiri, Firdaus Seperti Abang Kandungnya

Walikota Bima, Ketua STIE Bima, dan Produser Mecidana, Ary Ipan.




Kota Bima, Garda Asakota.-

Ari Ipan Produser Film La Hila mengucapkan terimakasih kepada  Walikota Bima atas kesempatan hadir dalam pemutaran Film La Hila, Sabtu, (15/2) di aula Kampus STIE Bima. Rasa terima kasih juga dikhususkannya kepada Ketua STIE Bima bersama seluruh jajarannya yang telah ikut membantu dibalik suksesnya pemutaran perdana film La Hila di Kota Bima.

Pantauan langsung wartawan, selain Walikota dan Ketua STIE Bima, dalam kesempatan nonton bareng tersebut, hadir pula ratusan warga dan para aktor Pendiri Mecidana, dimana sosok dan tokoh pemeran film pertama oleh mecidana produksi tahun 2012 atau sekitar 8 tahun lalu diantaranya Mymie, Fajrin, Biken, Ryan dan sederet pendiri Mecidana lainnya yang pernah eksis dengan film Dinding Hutan bertema Pelestarian Hutan


Di kesempatan itu, Ari Ipan mengungkap bahwa di tahun 2020 ini pihaknya In Syaa Allah akan kembali memproduksi film sejarah Bima, yang rencananya diambil setingan latar di era perang dunia kedua saat pendudukan Jepang di Bima.

Diharapkan film ini nantinya akan menjadi salah satu literasi dan edukatif bahkan di tingkat Nasional tentang perjuang rakyat Bima melawan penindasan Jepang. "Semoga tidak ada kendala," imbuhnya.

Sang tokoh muda Produser sekaligus Sutradara inipun mengungkapan terimakasih kepada Pemerintah Kota Bima serta Kampus STIE Bima berkat support dan kerjasama telah sukses melaksanakan pemutaran Film La Hila perdana di Kota Bima setelah sebelumnya melaksanakan pemutaran film La Hila keliling kecamatan dan desa di Kabupaten Bima.

"Ini juga yang menjadi rasa salut dan keharuan saya pribadi terhadap Pak Wali, kendati film ini diproduksi di wilayah dan Pemerintah Kabupaten Bima namun beliau tetap merespon super kepada seluruh tim, kru, pemain yang kesemuanya merupakan SDM lokal dan memandang ini semua sebagai kecintaan beliau terhadap Bima secara utuh.

Beliau juga bangga dan cinta terhadap masyarakat Donggo yang begitu kaya akan khasanah lebih-lebih dengan adanya cerita La Hila ini," imbuhnya.

Di matanya, bahwa sosok HML telah dianggapnya sebagai Abang dan Orang tua sendiri. Menurutnya, HML adalah pribadi pemimpin yang laissez faire begitu amat lugas dan selalu berdiskusi dari hati ke hati bersamanya.

"Sudah sejak lama, sosok H.M. Lutfi selalu mensuport segala giat dan kreatifitas Mecidana.  Serta berkat dukungan beliau pula film ini tuntas sukses terproduksi," akunya.

Begitupun dengan sosok Ketua STIE Bima Firdaus ST, MM. Di mata Ari Ipan juga sudah dianggapnya seperti abang kandungnya sendiri. "Beliau amat baik kepada saya sejak saya kuliah di STIE.

Melihat potensi saya, mendorong saya terus maju, hingga saya menjadi "orang" sampai hari ini. Bahkan telah sukses menjadi ASN dilingkup Pemda Kab Bima. Bahkan dulu di tahun 2006 pernah mencoba membikin film bersama. Saya takan pernah lupakan jasa-jasa beliau.

Kesan kasih sayang dan bimbingannya selama ini akan terus terpatri. Sebab seorang Ari takkan pernah lupa jasa orang-orantg terbaiknya", tambah Ari. Begitupun orang orang yang senantiasa membantunya dengan ikhlas akan selalu dia ingat. "Semua balas budi hanya masalah waktu", imbuhnya penuh haru.

Sementara, dalam sambutan singkatnya, Walikota, HM. Lutfi, SE, mengapreseasi atas inovasi dan daya kreasi yang mampu ditorehkan oleh Ari Ipan bersama rekan-rekan Mecidana dalam upaya mengembangkan budaya lokal Bima Kab/Kota ke kancah Nasional.

Kedepan Walikota berjanji akan terus bekerjasama dengan Mecidana bahkan "menantang" Mecidana untuk terus berkarya dalam produksi film dan pengembangannya, baik untuk tataran lokal maupun ke taraf Nasional bahkan bila memungkinankan ke kancah Internasional.

Firdaus ST, MM, Ketua STIE Bima mengungkap bahwa film La Hila merupakan salah satu icon kebanggaan Dou Mbojo. Kedepan Firdaus merencanakan film ini akan diekspose sampai ke Negeri Jiran dalam wadah yang sudah biasa tokoh Pendiri STIE Bima ini lakoni. "Kami sangat mengapresiasi potensi-potensi budaya lokal kita yang digali oleh para seniman Dana Mbojo," ucap pria ramah ini. (GA. 212*)

Post a Comment

Previous Post Next Post