Musrenbangdes Keli, Kades Punya Komitmen Membangun Desa



Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Pemdes Keli Kecamatan Woha melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Keli. Pembahasan ini merupakan yang pertama kalinya untuk Tahun Anggaran 2020 sejak Kepemimpinan Kades Keli yang baru, Drs. Ramli Ibrahim, yang dipusatkan di aula kantor Desa Kamis (6/2).

Musrenbang dengan mengundang semua unsur tokoh yang ada di Desa Keli berjalan  penuh keakraban dengan mengedepankan asas musyawarah dan mufakat.

"Musrenbang ini fokus membahas pembangunan Desa Keli baik untuk kegiatan fisik maupun pemberdayan dalam rangka membangun moralitas para generasi muda," ungkap Sekdes Keli, Ramadhan, SH, kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa dalam penyusunan Rencana Penyusunan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) untuk program kerja Kades selama 6 tahun berjalan sampai masa tugas Kades baru ini, paling lambat laporannya sampai pada bulan April 2020 nanti sebagai dasar Rencana Kegiatan Pembangunan Desa  (RKPDes). "Makanya, kita akan genjot pembahasannya," katanyam

Sementara itu, Kades Keli, Drs. Ramli Ibrahim, selain program lainnya juga telah memperjuangkan anggaran pembangunan untuk kantor Desa yang baru karena sebelumnnya melalui Pj Kades yang dulunya sudah melakukan pembebasan lahan untuk persiapan  pembangunan kantor Desa yang baru melalui Dana Desa.

"Tinggal nantinya kami menjemput bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bima melalui APBD II untuk anggaran pembangunan kantornya," ucapnya.

Ramli juga mengaku akan menaikan insentif bagi Ketua RT dalam rangka memotivasi kinerja para RT di masing masing lingkungan. Selain itu, dia juga berharap hasil Musrenbangdes nantinya akan tertuang dalam RPJMDes yang kemudian dimuat dalam RKPDes. "Tentunya berkolaborasi juga dengan Visi Misi Kades terpilih," imbuhnya.

Sedangkan dari Tokoh Pendidik Asikin, mengusulkan agar Pemdes Desa Keli tidak hanya fokus membahas tentang pembangunan fisik saja. Tetapi juga harus memperhatikan pembangunan moralitas   para pemuda agar tidak mudah terjerumus dalam penyakit sosial.

Salah satu caranya adalah dengan memberikan kesempatan pemuda untuk terlibat dalam kegiatan serta memberikan support dalam kegiatan hal yang positif termasuk penyediaan fasilitas olahraga untuk menyalurkan bakat sekaligus mengalihkan pemuda dari penyakit sosial.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ketua Karang Taruna, Muhdin, yang mewakili unsur tokoh pemuda. Pada kesempatan itu pihaknya menyatakan kesiapan pemuda bekerjasama dengan pemerintah Desa untuk membangun Desa. "Termasuk juga dalam upaya pencegahan penyakit sosial," pungkasnya. (GA. Zain)

Post a Comment

Previous Post Next Post