Meski Fasilitas Gedung Memprihatinkan, Kepala SMPN 7 Tetap Punya Semangat Tinggi



Kota Bima, Garda Asakota.-

Beberapa fasilitas gedung SMPN-7 Gindi Asakota Kota Bima tampak memprihatinkan. Saat wartawan koran ini bertandang ke sekolah tersebut, Sabtu pagi (14/2), tersentak iba saat melihat kondisi salah satu gedung sekolah yang sudah sangat memprihatinkan keadaannya.

Padahal di gedung itulah sentra segala komando dilaksanakan mulai dari ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang guru serta ruang rapat. Namun sungguh sebuah ironi jika pada hari ini di sebuah Kota kecil ujung timur pulau Sumbawa, ternyata masih ada sekolah yang tidak pernah disentuh oleh tangan-tangan penguasa untuk rehabilitasi atau renovasi sejak dibangun pada 36 tahun silam.

Kondisi atap yang terkesan tak terurus dan bocor. Kemudian plafon gedung sekolah yang nyaris ambruk, kayu-kayu yang lapuk dan kondisi tembok yang pada retak-retak sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan menurut informasi yang kami himpun, SMPN 7 ini juga menjadi salah satu sekolah yang terdampak cukup parah pada bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir 2016 lalu.

Menanggapi kondisi tersebut Kepala SMPN-7, Atun Mindaratu, S. Pd, hanya bisa tersenyum simpul seraya menyampaikan bahwa dirinya enggan berkomentar banyak tentang hal tersebut mengingat dirinya baru beberapa hari terakhir ini diberi amanat dan kepercayaan oleh Pemerintah Kota Bima sebagai Kasek di salah satu sekolah favorit di Kecamatan Asakota tersebut.

Tetapi di sisi lain, ia merasa yakin bahwa pemerintah akan tetap melirik kondisi gedung sekolahnya ini untuk segera diperbaiki. Apalagi diakuinya saat ini sudah tidak ada lagi yang namanya sekolah unggulan, karena semuanya sama rata di mata pemerintah.

"In Syaa Allah semua akan tetap diperhatikan sama, termasuk sekarang sudah tidak ada lagi yang namanya sekolah rujukan, jadi kita tunggu saja. Yang jelas kami sudah laporkan ke Pemerintah pusat melalui Dapodik, soal disetujui atau tidaknya, kami serahkan kembali kepada pemerintah Pusat yang menentukannya. Tetapi kalau bisa sih disetujui dan secepatnya di renovasi," harapnya.

Kasek yang baru beberapa hari berada di SMPN 7 Kobi ini mengaku bersyukur atas sambutan dan dukungan dari rekan-rekan guru maupun keluarga besar SMPN 7 yang diakuinya sungguh luar biasa.

Terlepas dari kerusakan fasilitas gedung sekolah, pihaknya tetap berkomitmen untuk memajukan pendidikan di sekolah yang baru dipimpinnya itu. Program pendidikan karakterpun menjadi hal utama yang akan diterapkan pada siswanya.

Dan hal itu diakuinya mulai dilaksanakan sejak ia menempati sekolah ini misalnya bagaimana setiap hari pihaknya membiasakan pada siswa-siswinya untuk bersalaman dengan guru sebelum masuk kelas, membiasakan siswa untuk memungut dan membuang sampah pada tempatnya agar suasana sekolah tetap terlihat bersih, serta membiasakan siswa untuk selalu menunaikan sholat.

"Pelan-pelan saya akan terapkan kedisiplinan, kepedulian lingkungan serta pendidikan karakter kepada siswa saya. Karena yang terpenting adalah bagaimana membangun sebuah kolaborasi untuk menanamkan kedisiplinan, kepedulian lingkungan untuk membawa perubahan buat sekolah ini.

Menurut penilaian saya pribadi anak anak di sekolah ini sangat luar biasa karena tak butuh dua kali untuk mengajar mereka cukup sekali saja mereka akan nurut dan patuh," pujinya. (GA. 003*)

Post a Comment

Previous Post Next Post