Duh, Fasilitas di SDN 29 Tanjung Kota Bima Dikeluhkan Banyak Kekurangan

Rustam, S.Pd


Kota Bima, Garda Asakota.-

Sungguh sebuah ironi ternyata di Kota Bima saat ini masih ada sekolah yang tidak memiliki sarana prasarana penunjang seperti toilet guru yang memadai karena di sinyalir toilet tersebut telah rusak dan tidak dipergunakan sejak bertahun-tahun lamanya. Karena terbatasnya fasilitas ini, mau tidak mau kalangan guru di sekolah terpaksa harus numpang toilet siswa.

Padahal di satu sisi jumlah guru baik yang ASN maupun yang tidak mencapai 70 orang. "Nggak kebayang jadinya bila beberapa diantara kita sama-sama kebelet, yah mau tidak mau suka tidak suka mesti cari alternatif lain," ungkap Kepala SDN 29 Tanjung Kota Bima, Rustam, S. Pd, kepada wartawan, Sabtu (8/2).

Pria yang baru beberapa hari ditempatkan di sekolah ini mengaku hampir semua kalangan guru menyampaikan beberapa keluhan kepadanya termasuk soal toilet guru yang telah lama rusak dan tidak di pergunakan.

"Bahkan keluhan itu sebenarnya sudah pernah beberapa kali disampaikan kepada Dinas, namun sampai sekarang belum dilirik, padahal fasilitas ini sudah lama rusak," akunya.

Menurutnya, adalah sesuatu hal yang wajar jika kalangan guru mendesak Pemerintah untuk segera membenahi toilet rusak di sekolah ini  karena memang keberadaan toilet itu sangatlah urgen. "Apa iya kita harus terus terusan numpang toilet siswa, sementara jumlah siswa kita ini banyak. Dan nggak mungkin juga dong kita terus numpang toilet siswa, nggak enak. Masa sih sekolah bertingkat standar Nasional gurunya nggak punya toilet?," cetusnya.

Selain keluhan toilet guru yang tidak berfungsi, di SDN 29 ini juga bermasalah dengan kondisi pintu di semua ruangan sekolah baik ruang guru, ruangan TU, ruang Kepala Sekolah dan ruang Kelas. "Semua pintunya tidak bergrendel dan bergagang pintu layaknya pintu-pintu pada umumnya melainkan memakai gembok globe.

Kondisi ini jelas sangat mengganggu keindahan dan mana ada sih saat ini ruangan yang di dalamnya tersimpan berbagai macam aset sekolah di gembok pakai globe," keluhnya lagi.

Kemudian lanjut mantan Kepsek SDN 46 Lela Jatibaru ini, selain dua keluhan tersebut ada keluhan lain juga yaitu pagar sekolah yang juga sudah saatnya di benahi dan di perbaiki karena kondisinya juga sudah nggak layak lagi. "Nah, pagar juga sepertinya harus segera dibenahi karena sudah waktunya diperbaiki. Semoga pemerintah mendengar keluhan kami ini," harapnya. (GA. 003*)

Post a Comment

Previous Post Next Post