Safari Muhibah 2020, YBRN Targetkan Penanaman 10.000 Pohon di Bima-Dompu


H. Dudi Fakhruddin bersama AKBP. Ruslan Idris, S. Sos, MH. 

Kota Bima, Garda Asakota.-

Kerusakan sejumlah kawasan pegunungan di Bima dan Dompu akibat aksi penebangan pohon secara ilegal kian memprihatinkan. Hal ini jelas akan sangat berdampak pada terjadinya berbagai macam bencana alam seperti ancaman kekeringan maupun lainnya.

Kondisi ini mengundang reaksi Yayasan Budaya Rimpu Nusantara (YBRN) yang saat ini tengah menggalakan program Safari Muhibah 2020. Selain kegiatan sosial lainnya YBRN dalam aksinya nanti akan melakukan penanam sekitar 10.000 ribu pohon di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu.

Program penanaman 10.000 pohon yang dihelat ini, merupakan bagian dari program kerja YBRN, yang di tandatangani oleh Dewan Pembina Organisasi dengan nomor 001/S-Kep./YBRN/IX/19 tertanggal 13 September 2019. Salah satu programnya yaitu Safari Muhibah 2020 yang diketuai oleh AKBP Ruslan Idris, S.Sos, MH.

Sedianya, kata H. Dudi Fakhrudin Ketua YBRN, aksi penanaman 10.000 pohon tersebut akan digelar pada bulan Mei nantinya. Namun karena ada pertimbangan lain aksi penanaman ini dilakukan lebih awal yaitu tanggal tanggal 25 dan 26 Januari 2020.

"Gerakan menanam 10.000 pohon ini, berawal dari keprihatinan kami akan kondisi gunung dan hutan di Bima-Dompu, semuanya sudah beralih fungsi menjadi bencana banjir. Bahkan  bencana itu kerap datang setiap musim hujan tiba dengan kerugian jiwa dan materi yang tidak sedikit," ungkap Dudi saat menggelar Konfrensi Pers di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima Jumat (24/1).

Dengan gerakan dan langkah kecil ini, pihaknya berharap agar fungsi hutan dan gunung kembali seperti sedia kala, fungsinya sebagai paru-paru dunia, resapan air, sumber air, dan sumber kehidupan untuk semua pihak.
"Dan In Syaa Allah gerakan ini tidak berakhir pada tanggal 25 dan 26 Januari 2020 saja, namun gerakan menanam tersebut akan terus berlanjut, di Bima Dompu," tegasnya.

Menurut Dudi, untuk mendukung program ini, pihaknya sudah menunjuk Komunitas Mbojo Hijau Kembali (MHK) untuk Kota Bima, Sementara di Kabupaten Bima yakni Komunitas Hijau (Jao Bima) dan untuk Kabupaten Dompu ada Komunitas Gerakan Anti Narkoba (GAN).

Dalam program ini pula, pihaknya akan berusaha yang terbaik sesuai kemampuan Yayasan YBRN. "Salah satu poin yang jadi atensi bersama adalah giat penghijauan dan harus memberikan hasil yang optimal. Tanaman harus tumbuh sehat hingga dewasa dan dapat menghasilkan oksigen, bahkan dapat menjadi miliaran bendungan mikro menahan air, menjadi naungan bagi segala hewan, serta menurunkan suhu dan banyak manfaat lainnya," harapnya.

Untuk titik aksi, pihaknya sudah berusaha mengidentifikasi. Sebab kegagalan dari usaha penghijauan selama ini, salah satunya adalah tidak adanya pemantauan pemeliharaan berkelanjutan terhadap pohon yang ditanam. Makanya, pihaknya juga merencanakan bagaimana membuat program lanjutan setelah penanaman ini yaitu program pemantauan dan pemeliharaan tanaman.

"Program ini harus menjadi satu kesatuan berkelanjutan sehingga harus kami siapkan dari awal. Salah satu persiapannya adalah pada saat penanaman harus memiliki database bibit yang tanam. Mulai dari mendata jumlah dan jenis bibit per lokasi, dan yang penting adalah pemberian label dan nomor masing-masing pohon yang ditanam," jelas Dudi.

Nomor dan label akan jadi patokan pengamatan dan pemeliharaan. Sekretariat: Ruko Evergreen Boulevard, Jl. Evergreen Boulevard Timur Blok L 18/ 132, Citra Raya, Ds. Ciakar Kec. Panongan Kab. Tangerang Banten 15710, Yayasan Budaya Rimpu Nusantara GCIFI6788L879+/ ISPLI909ZZ9+ sahabat rimpu Rimpu Bima-Dompu Tarijutan. Untuk teknis penomoran dan labeling akan disiapkan oleh teman-teman MHK maupun Komunitas Jao.

Dalam aksi Penanaman 10.000 pohon ini tentu tidak berjalan sendiri, melainkan juga akan menggandeng beberapa organisasi dan paguyuban Bima dan Dompu yang berada di Jakarta, yaitu Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB), Himpunan Anggota Masyarakat Dompu (HAMD) dan FOKKA Indonesia.

"Dan tentunya berkerja sama dengan komunitas-komunitas maupun tokoh/personal lokal Bima Dompu, sampai saat ini sudah terdaftar 154 Komunitas yang mendaftar. Mereka dengan sukarela mendaftar ke panitia untuk ikut serta dalam kegiatan ini setelah melihat iklan dan promosi kegiatan yang dilakukan melalui media sosial," akunya.

Dukungan dari masyarakat dan Pemerintahpun turut mengalir kepada YBRN.
Tentu hal ini memberikan isyarat bahwa semua elemen masyarakat Bima Dompu masih peduli akan hutan dan gunung yang kembali hijau agar mengurangi bahaya-bahaya yang diakibatkan oleh gundulnya hutan dan pegunungan yang kerap menghantui Bima dan Dompu setiap musim penghujan tiba.

Untuk Bibit, YBRN didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi melalui OPD OPD yang ada di Kabupaten dan Kota, juga datang dari hasil pembibitan mandiri yang dilakukan oleh komuitas MHK sebanyak 2.000 bibit.

Sumbangan bibit juga datang dari pihak lain seperti IKA, SMPP-SMAN 2 Bima dengan 5.000 bibit pohon. Dalam kegiatan ini YBRN berharap kerjasama dan đukungan penuh para stakeholder, terutama pemerintah daerah beserta OPD2 terkait. "Karena program ini tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dari Pemda," pungkas Dudi Fakhrudin. (GA. 355*)

Post a Comment

Previous Post Next Post