Berdiri Megah dan Kokoh, Proyek Puskesmas Paruga Senilai Rp9,1 Milyar Tuntas Dikerjakan

Nampak depan, Puskesmas Plus Paruga

Kota Bima, Garda Asakota.-

Decak kagum terdengar dari mulut sejumlah Warga masyarakat yang menyempatkan diri berkunjung dan melihat lihat kondisi PKM Paruga Kota Bima pasca di rehab oleh Pemerintah Kota Bima dibawah Kepemimpinan HM. Lutfi, SE-Feri Sofiyan, SH, yang dikerjakan oleh salah satu Kontraktor ternama Kota Bima, Mulyono (Baba Ngeng) melalui benderanya PT. Putra Lintas Raya KSO PT Adhimas Jaya Perkasa.

Mereka melihat-lihat arsitektur maupun kokohnya fasilitas gedung kesehatan senilai Rp9,1 milyar dari DAK 2019 yang terletak di Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat itu. Seorang pengunjung menilai gedung PKM ini patut dibanggakan bagi masyarakat Kota Bima khususnya warga Kelurahan Dara dan sekitarnya karena dianggap menjadi sebuah Puskesmas terbaik di Kota Bima.

PPK Proyek Puskesmas Paruga, Adi Aulia, ST, M. Sc.Def.,kepada wartawan via ponselnya tersenyum bahagia mendengar pujian masyarakat tersebut meskipun dirinya menyadari bahwa  proyek Puskesmas Plus Paruga selesai dalam Adendum atau penambahan waktu pekerjaan karena dalam kontraknya semestinya Proyek tersebut selesai akhir desember 2019.

"Ya, kita hanya merencanakan Tuhan jualah yang mengaturnya. Meski ada penambahan waktu namun pekerjaan selesai dengan hasil yang memuaskan dan membanggakan," ungkapnya, Minggu siang (26/1).

Diakuinya dalam adendumnya sendiri pihaknya diberi waktu selama 60 hari kalender untuk menuntaskan pekerjaan proyek tersebut. Tetapi ia bersyukur pihak pelaksana mampu menyelesaikannya hanya dalam waktu tidak sampai 20 hari kerja dengan hasil yang luar biasa. "Dan untuk saat ini Puskesmasnya sendiri belum di fungsikan, sekarang sedang berbenah saja sedang di isi perabotan dan alkesnya," terang Adi.

Kata Adi, dari sisi konstruksi secara arsiteknya Puskesmas Plus Paruga itu konstruksinya konstruksi rangka baja yang tahan gempa karena memang sengaja dirancang seperti itu mengingat daerah Bima ini rawan akan gempa. Kemudian dari sisi konsep, kata dia, Puskesmas Paruga memilki konsep mall agar masyarakat itu tidak terlalu takut dengan unit pelayanan yang ada di Puskesmas serta merubah image bahwa Puskesmas itu bukan tempat yang jelek, kumuh yang tentu saja pelayanan pun akan di tingkatkan.

Dengan tersedianya fasilitas ini masyarakat benar-benar dapat memanfaatkannya secara maksimal dan Pemerintah pun bisa berbenah diri mempersiapkan fasilitas baik tenaga kesehatan juga sarana layananannya dengan harapan akan tumbuh layanan yang lebih baik dan masyarakat pun akan senang berkunjung dan berobat ke Puskesmas Plus Paruga. (GA. 003*)

Post a Comment

Previous Post Next Post