Usulan Perbaikan Infrastruktur, Dominasi Reses Dewan Dapil Asakota di Jatibaru Timur


Kota Bima, Garda Asakota.-

Jatibaru Timur Kecamatan Asakota Kota Bima menjadi lokasi kedua setelah Kelurahan Kolo sebagai lokasi reses anggota DPRD Kota Bima masa sidang III tahun 2019. Didampingi Lurah Jatibaru Timur serta sejumlah Tokoh Masyarakat setempat, kelima legislator Asakota terlihat hadir lengkap yakni Hj. Rini Anggriani, SE (Wakil Ketua Dewan), Gina Andriani, Sukri Dahlan, Khalid bin Walid, dan Syamsudin Majid.

Reses yang dilakukan ini, tentunya menjadi bagian untuk merangkum hal-hal yang menjadi harapan masyarakat. Harapan  itu kemudian akan diperjuangkan melalui parlemen sesuai dengan hak-hak anggota dewan.


Lurah Jatibaru Timur, A. Karim menyampaikan bahwa Jatibaru Timur adalah kelurahan yang baru lahir, tentu perlu adanya sentuhan-sentuhan yang manis untuk membangunnya agar sejajar dengan kelurahan lainnya.

Untuk itu kepada warga masyarakat nantinya agar dapat memanfaatkan momen itu untuk menyampaikan apa yang menjadi aspirasi berdasar pada faktor kebutuhan yang prioritas.

"Manfaatkan momen ini dengan baik, apalagi salah satu legislatif kita yaitu Hj. Rini duduk sebagai unsur Pimpinan Dewan yang tentunya punya kebijakan dan kewenangan untuk dapat merespon aspirasi yang disampaikan," pintanya.

Di tempat yang sama Seorang anggota dewan Asakota, Syamsudin Majid menyatakan bahwa kehadiran pihaknya di tengah warga masyarakat bukanlah menjadi sebuah rahasia lagi, karena tujuannya adalah bagaimana menggali dan mengakomodir semua aspirasi dari keinginan masyarakat.

Namun diingatkannya, perlu kiranya warga masyarakat mengedepankan etika dalam menyampaikan pendapat dan aspirasinya. "Mengusulkan keinginan tentu ada etika yang harus di kedepankan," ingatnya.

Karena kata dia kalau berbicara keinginan tentu tidak ada ujungnya, karenanya dasar kebutuhanlah yang mesti menjadi acuan masyarakat untuk di sampaikan dalam penyampaian aspirasinya sesuai dengan prioritas.

"Karena sebuah hal yang mustahil adanya bila semua aspirasi dapat di akomodir. Meskipun kami berlima sebagai dewan Asakota mengisi komposisi lengkap DPRD Kota Bima, akan tetapi tidak semua konteks dapat kami pahami dan tidak semua alur bisa kami jalani tentu kami punya keterbatasan," tegas duta PAN.

Pantauan langsung wartawan, memasuki sesi penyampaian aspirasi lagi-lagi pembangunan infrastruktur lingkungan masih mendominasi aspirasi warga, sebagaimana di sampaikan oleh Ketua Rt. 14, Mahfud.

Hotmiks gang, meski sudah beberapa kali diusulkan namun belum juga di realisasikan. Kemudian perbaikan tanggul di Rt. 10 dan 11 serta tanggul mulai dari jembatan hingga terminal yang masih dikerjakan sepotong sepotong.

Warga lainnya, Fatimah juga meminta pembuatan drainase dan talud di Rt. 20, dan Tayeb, Ketua Rt. 08 meminta dibuatkan tempat penampungan sampah. Sementara warga lainya Arif mengharapkan adanya promosi jabatan untuk ASN Jatibaru karena potensi untuk itu cukup besar.

Syafrudin Ketua Rt. 15 meminta rehabilitasi Dam Raba Bou dan masalah ketersediaan air bersih serta mengusulkan agar rumah relokasi khusus di peruntukkan bagi warga Jatibaru Timur saja. "Selain itu, kami usulkan pembuatan gapura perbatasan wilayah dan percepat pembebasan lahan untuk kantor kelurahan Jatibaru Timur," pintanya.

Menjawab beragam aspirasi warga, salah satu  anggota dewan lainnya, Syukri Dahlan, S. Sos, berkomitmen akan memperjuangkannya. "Usul saran dan aspirasi ini In Syaa Allah bukan hanya bualan dan omong kosong saja,  beri kami sebuah keyakinan bahwa kami akan perjuangkan aspirasi ini berdasar pada dasar prioritas kebutuhan masyarakat," pungkasnya. (GA. 003)

Post a Comment

Previous Post Next Post