Senyum Sumringah Mardiana, TKW di Bagdad Irak Saat Tiba di Tanah Air

Mardiana diapit Bang Rudhy Mbojo dan Bang Yusri



Jakarta, Garda Asakota.-

Mardiana Ridwan TKW asal Dusun Langgar Selatan Desa Bugis Kecamatan Sape Kabupaten Bima NTB, akhirnya tiba dengan selamat di tanah air setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dari Bagdad Irak menuju Indonesia.

Sabtu pagi (14/12) anggota DPR RI Dapil Sumbawa, H. Muhammad Syafrudin, ST, MM, bersama Pak Arya Kedutaan Indonesia di Bagdad, pak Seno Perlindungan WNI, perwakilan Deplu, BNP2TKI, dan bapak Yusri Albima, S.Hi, MA, Aktivis Pegiat Peduli PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPN AMBI (Angkatan Muda Bima Indonesia).


"Alhamdulillah Mardiana sudah tiba dengan selamat di Jakarta setelah menempuh penerbangan dari Baghdad-Doha-Jakarta. Senyum sumringah terpancar dari wajah Mardiana," ungkap anggota DPR RI, H. Muhammad Syafrudin, ST, MM, kepada Garda Asakota.

Diakuinya, Mardiana sangat senang bisa kembali ke Tanah Air dan tidak ingin lagi bekerja ke LN. "Mardiana ingin kembali ke Bima bertemu keluarganya," ucapnya.

Namun sebelum langsung balik ke tanah kelahirannya Desa Bugis Kecamatan Sape Kabupaten Bima, Mardiana sebelumnya akan menjalani proses pelaporan ke BNP2TKI dan Bareskrim Polri untuk diproses lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk menghindari kejadian keberangkatan TKI Ilegal ke LN.

"Jadi selama proses ini, untuk sementara Mardiana akan dibawa rumah perlindungan trauma centre (RPTC) yang disiapkan Kemensos," katanya.

Rudhi Mbojo berharap kejadian Mardiana perlu dijadikan catatan bagi keluarga atau siapapun yang ingin bekerja di luar negeri. "Bisa saja kita bekerja ke LN, tetapi administrasi dan keabsahan keberangkatan itu sangat diutamakan supaya tidak dimanfaatkan oleh pihak lain," demikian penegasan anggota DPR RI tiga periode ini.

Seperti dilansir Gardaasakota.com sebelumnya, TKW asal Bima NTB ini mengadukan keinginannya untuk segera pulang ke Tanah Airnya lantaran merasa tidak aman dan tertekan tinggal di daerah konflik.

Diakui wanita yang sudah 1,4 tahun jadi TKI itu, memang memasuki Negara tersebut melalui jalur non prosedural, pun wilayah tersebut dikenal sebagai daerah konflik.

Berkat intensnya komunikasi wakil rakyat kita dari Dapil Sumbawa, Rudhy Mbojo dengan pihak Kedutaan RI, akhirnya keinginan Mardiana terkabul meski harus menghadapi beberapa resiko di Negara konflik itu. (GA. Jack*)



Post a Comment

Previous Post Next Post