Proyek Jaringan Irigasi Rontu Senilai Rp930 juta Rampung, Dinas PUPR Bantah Tidak Sesuai Bestek



Kota Bima, Garda Asakota.-

Bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat tahun 2019, Pemerintah Kota Bima melalui dinas PUPR Bidang Sumber Daya Alam telah merampungkan pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi/rehabilitasi Rontu senilai Rp930 juta. Pekerjaan tersebut diakui telah dilaksanakan mulai Juli hingga Desember 2019 oleh Cv. Brilian.

Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kota Bima, Isdinurrahman, kepada wartawan justru membantah jika dikatakan pekerjaan itu idak sesuai bestek atau dikerjakan asal asalan. Ia mengaku semua tahapan pekerjaan sudah melalui mekanisme serta pengawasan ketat karena ini menyangkut dana yang cukup besar.

"Apalagi proses pekerjaan proyek tersebut selalu di awasi oleh pengawas intetnal kita, juga melibatkan TP4D (Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah). Saya kira itu penilaian yang tidak benar jika dikatakan tidak sesuai bestek," tegasnya kepada Garda Asakota, Senin (9/12).

Pekerjaan tersebut, kata dia, baru baru ini telah di PHO dan telah menyelesaikan proses administrasinya. Itu artinya segala tahapan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut rampung dan tidak bermasalah, baik dari segi fisiknya maupun dari kualitas dan volume pekerjaannya.

"In syaa Allah selain pengawas dari konsultan ada juga pengawas dari Dinas dan pengawasan TP4D, ya kita tak berani macam-macam lah," terang pria yang kerap disapa Amman ini.

Ditanya berapa volume pekerjaan Dam tersebut ia tidak bisa menjelaskannya. Amman malah mengarahkan wartawan untuk menemui pengawas Dinas karena mereka lah yang memegang datanya. "Kalau untuk volume beserta semua item fisik pekerjaan, silahkan ke Pengawas Dinas aja di sana data lengkapnya," sarannya.

Secara terpisah Pengawas proyek Dam, Adi Cahyadi justru menampik jika dirinya mengetahui tentang volume pekerjaan. "Kalau untuk volume sih saya tidak tahu, lagipula itukan wewenangnya PPK yaitu Kabid SDA yang saya tahu hanyalah fisik pekerjaanya saja yaitu pasangan pondasi dalam tanah dan dinding serta saluran irigasi," akunya.

Tetapi lanjut Adi, kalau dari segi kualitas dan volume ia yakin semua pekerjaan telah sesuai bestek malahan sudah melebihi. "Ya, kalau proses administrasinya saja rampung itu menandakan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan proyek tersebut tidak ada kendala, apalagi kami selalu intens melakukan pengawasan lapangan bersama konsultan pengawas juga TP4D," akunya seraya menyebutkan bahwa untuk volume pastinya dia menyarankan wartawan untuk menghubungi Konsultan Pengawas pekerjaan Cv. Rizkika.

Sementara itu Konsultan Pengawas, Awaludin yang di hubungi via handphone menjelaskan secara rinci detail pelaksanaan pekerjaan proyek pemeliharaan jaringan irigasi rehabilitasi daerah irigasi Rontu dalam bentuk gambar PDF. "Silahkan mas lihat detailnya dalam gambar tersebut dimulai dari awal hingga akhir pekerjaan, semuanya ada di situ," jelasnya singkat. (GA. 003*)

Post a Comment

Previous Post Next Post