Politisi PAN Ini Ungkap Kiprah Lima Anggota Dewan Dapil Asakota di DPRD Kobi

Syamsudin Majid



Kota Bima, Garda Asakota.-

Nuansa yang berbeda nampak sekali terlihat dalam kegiatan reses perdana anggota DPRD Dapil 3 Asakota Jumat sore (13/12) di lingkungan Bonto Kelurahan Kolo Asakota. Pasalnya kelima anggota dewan periode 2019-2024 tersebut sama-sama bersuara dan angkat bicara dalam memberikan tanggapan atas beragam aspirasi masyarakat.

Salah satu sosok yang tampil elegan dan terbuka adalah Syamsudin Majid, duta Partai Amanat Nasional (PAN). Pada kesempatan reses perdana itu, Syam memperkenalkan kelima orang rekannya dihadapan masyarakat. Dirinya merasa bersyukur sekaligus bangga lantaran kelima legislatif Asakota mengisi semua komposisi DPRD Kota Bima.

Disyukurinya bahwa sebuah keberuntungan kiranya Kecamatan Asakota pada periodesasi Legislatif 2019 2024 kali ini dapat membentuk formasi yang utuh terkait komposisi anggota dewan di DPRD Kota Bima.

"Di sini, ada Srikandi kita Hj. Rini Anggriani, SE, utusan PBB yang saat inj dipercayakan sebagai salah satu unsur Pimpinan Dewan dan saya sendiri dipercayakan sebagai Ketua Fraksi PAN sekaligus menduduki anggota Komisi 1 DPRD," ujarnya.

Kemudian lanjut Syamsudin, Gina Andriani dan Syukri Dahlan, S.Sos, juga dipercayakan sebagai anggota di Komisi 2, karena partai Golkar tampil sebagai partai pemenang Pileg maka Golkar mampu mengantarkan salah satu kadernya menduduki jabatan Ketua Dewan. Sementara pak Syukri dipercaya juga sebagai Ketua BK (Badan Kehormatan) dan untuk Khalid Bin Walid sendiri beliau dipercaya sebagai Ketua Komisi 3.

"Inilah formasi utuh yang kami maksudkan tersebut dimana saya di Komisi 1 membidangi bagian pemerintahan sementara di Komisi 2 membidangi urusan ekonomi termasuk Perikanan Kelautan dan Pertanian, ada Hj. Gina dan pak Syukri serta Aba Walid membidangi urusan pembangunan. Jadi sudah fiks bahwa seluruh komposisi yang ada di DPRD Kota Bima terisi semua oleh keterwakilan legisator Dapil Asakota," bebernya.

Meski demikian kata Syam, yang harus dipahami bersama adalah APBD Kota Bima hari ini maupun sebelumnya serba terbatas karenanya ketika berbicara kebutuhan dan keinginan tentu saja akan diprioritaskan kebutuhan yang benar-benar mendesak dan urgen dalam lingkungan masyarakat baik sisi ekonominya, pembangunannya, dan sosial budaya karena sebuah hal yang mustahil bila semua aspirasi masyarakat terealisasi.

"Dan juga kalau berbicara Asakota tentu saja kita berbicara 6 Kelurahan dan kalau berbicara Kota Bima tentu pula kita berbicara 41 kelurahan yang semuanya dikemas dalam 1 paket anggaran yaitu APBD Kota Bima. Untuk itu, kami harap konstituen memahami hal tersebut," pungkasnya. (GA. 003*)

Post a Comment

Previous Post Next Post