Pemutaran Gala Premier La Hila Sukses, Bupati Bima Apresiasi Produser dan Tim


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Pemutaran perdana sebuah film yang diangkat dari cerita rakyat Donggo, La Hila, berlangsung sukses di Gedung Paruga Toi Kantor Camat Donggo, Sabtu, 7 Desember 2019 sekitar pukul 19. 30 Wita.

Selain dihadiri ribuan masyarakat, acara ini juga dihadiri oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, dan jajaran Pejabat Pemerintah Kabupaten Bima beserta unsur Muspida didampingi Camat Donggo.


Mecidana dalam penyiapan acara di lapangan juga didukung dan ditemani oleh rekan-rekan dari Himdos (Himpunan Mahasiswa Donggo Soromandi), Karang Taruna Mpili dan La HILA Institute.

Sedangkan untuk artis aktor pemeran dalam film La hila hadir sebanyak 20 orang dari total 43 pemeran, dengan 5 orang pemain Utama Lifa Muzdalifah sebagai La Hila, Amar Makmun sebagai Pangeran Siri Dungga, Sulhan sebagai Tengge dan Jefrin B Noor sebagai Selu, namun sayang Rizki PS sebagai Pangeran Siri Gani tak dapat hadir dan belum mendapat konfirmasi atas ketidakhadirannya

Pada kesempatan itu, Bupati Bima secara khusus menyampaikan terimakasih kepada Bappeda dan Litbang, Produser, tim Mecidana dan seluruh masyarakat Donggo sehingga sebuah film yang mengangkat khasanah daerah yang menjadi kebanggan Dou Mbojo dapat terlaksana dengan baik dan membanggakan daerah. "Saya menyambut baik dan apresiasi atas kehadiran Flm La Hila, terima kasih saya sampaikan kepada Produser dan Tim," ucapnya.

Sementara, Produser sekaligus Sutrada, Ari Ipan mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas kepercyaan yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Bima.

Dia percaya bahwa pemuda dan Pemerintah adalah mitra yang baik dalam membangun daerah dan bangsa selama pemuda mampu menghadirkan kinerja yang baik dan membanggakan dengan kontribusi pikiran yang spektakuler,nserta kontribusi riil dalam upaya pembangunan, lebih-lebih pembangunan nilai dan kepribadian.

Mecidana hanya punya energi lebih, untuk urusan materi itu urusan dan tanggungjawab bersama, intinya bagaimana sebuah inovasi dapat sama-samanmenjadi tanggungjawab bersama dalam menjalankan dan mensukseskannya

"Film ini adalah "mukadimah", tugas kita bersama untuk menggali lebih lagi kedepan, agar cerita-cerita rakyat dapat rerus hidup dan tidak tergerus zaman," ungkapnya.

Menurutnya, film ini akan menjadi asset masa depan, karena film tidak akan pernah mati selama dunia berputar dan dapat menjadi literasi non formil bagi generasi berikutnya.

"Ini bagian dari usaha kita bersama untuk menjaga asset khasanah lokal kita agar tetap terjaga dan hidup. Sebab ada beberapa banyak kisah yang telah terkubur bersama masa dikarenakan telah banyak narasumber yang telah mendahului kita, sehingga menjadikan banyak cerita-cerita rakyat terputus, tidak lengkap bahkan hilang," tuturnya.

Diakuinya, film ini diproduksi dengan jadwal selama 6 bulan 1,5 bulan training dan inter ruangan, 1,5 bulan lapangan (Produksi)  dan pasca produksi 3 bulan namun demi mencapai hasil yang maksimal dibarengi beberapa kendala berat yang ditemukan selama pelaksanaan. "Untuk mengisi komposisi2 yang begitu berat, secara total produksi film ini berhasil dalam waktu satu tahun, perjuangan yang luar biasa," imbuhnya.

Selama proses persiapan pemutaran, Tim Mecidana mengucapkan terimakasih sebanyak banyaknya atas segala kontribusi Camat Donggo, Ardavis S.Sos, selama proses berlangsung Pelayanan yang sangat memuaskan dan segala keramahan bersama istri selama Tim Mecidana stay di Kediaman Dinas dan sekret lapangan Mecidana di Kantor Camat Donggo.

Kebanggaan Mecidana yang luar biasa juga dikhaturkan kepada Ibu Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE yang sudah sangat luar biasa menyempatkan diri untuk hadir khusus ditengah acara untuk membuka secara langsung ditengah padatnya rangkaian acara Pemerintah Kabupaten Bima pada malam itu Sabtu 7 Desember 2019, demi mengahdiri acara dan bersilaturahmi dengan masyarakat Donggo dalam moment-momen bersejarah tersebut, Pemutaran Perdana film cerita rakyat Daerah pertama

Terimakasih pula Ari sampaikan kepada Bapak H. M. Syafruddin, ST, MM dan Drs. H. Zainul Arifin atau biasa disapa Abu Ya  yang sama-sama merupakan anggota DPR RI Pusat atas apreseasi yang diberikan dan juga erimakasih pula kepada Danramil 1608-05/Donggo, Kapten Inf. Seninot Sribakti, beserta rekan rekan, Kapolsek Donggo IPTU Sukarmin, berserta AIPDA Adi Iskandar, SH beserta rekan-rekan.

Secara khusus Ari sampaikan terimakasih tak terhingga kepada Tim Produksi dan Promo Mecidana beserta aktor aktris, Firdaus SH, Bram, Firman Raka, Dicky, Dedi Zangkoeng, Baron, Garonk Rahman, Bang Napi, Bayu, Badriawan, Radhen, Teguh, Liva, Nurul, Amar, Jefrin, Ger dan sederet kawan2 lainnya

Dia juga secara khusus menyampaikan rasa terimakasih kepada anak muda Donggo diantaranya Ndolo Conary, Imran Mpili, Romansyah, Apen Makese, Efendi Kala,  dan Iskandar Dori Dungga, Adhar Ndano serta seluruh rekan-rekan yang tak dapat diungkapkan satu persatu-satu. "Terimakasih sangat juga kepada Kabag Humas Pro, M. Chandra Kusuma AP yang turut hadir dalam kesempatan gala premier La Hila tersebut," ucapnya.

Pantauan langsung wartawan, pemutaran film ini berlangsung selama 1 jam 24 menit. Terdengar sorak sorai penonton sahut menyahut saat pemutaran film. Diakui, film ini mampu menghinotis penonton, bahkan sampai cukup banyak yang menangis.

Bukan hanya itu, beberapa adegan kocak juga tampak dalam beberapa scene. Adegan kocak Tasa (yang diperankan oleh Ismail Nurdin) menambah suasana riuh rendah acara gala premier La Hila

Pasca pemutaran film, banyak masyarakat anak anak pemuda dan ibu-ibu yang berebutan foto dengan para pemeran, terutama Pemeran La Hila Liva Muzdalifah dan Pemeran Pangeran Siri Gani yang diperankan oleh Amar Makmun, pemeran Selu dan pemeran Tengge, Jefrin B. noor dan Sulhan.

Kepada wartawan, Pembina LASDO Arifin yang dikenal begitu ramah mengapreseasi atas apa yang dilakukan oleh Pemkab Bima dan sangat memahami segala jerih payah suka duka terhadap apa yang telah dihasilkan oleh Tim Mecidana, Tim Produksi Film La Hila
Beliau mengungkap ini sesuatu yang luar biasa.

"Selamat dan terimaksih kepada Mecidana. Kelebihan dan kekurangan adalah sesuatu yang wajar tugas kita semua yang melengkapi, apalagi dengan kekuatan "pendanaan percobaan" namun dengan hasil maksimal adalah sesuatu yang spektakuler. Ini adalah film semi kolosal namun dapat diselesaikan segala tantangannya, selamat kepada teman-teman tim poduksi," ucapnya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Bima, H. Mustahid H. Kako, juga mengucapkan apreseasi atas capaian yang dilakukan oleh Mecidana yang telah berusaha menghidupkan kembali khasanah-khasanah lokal dan asset budaya Bima (cerita rakyat Bima) khususnya Donggo.

Capaian Mecidana yang sejak awal, juga diakuinya turut melahirkan ide ini agar film dapat diproduksi terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang telah diupayakan oleh tim Produksi Mecidana

Sementara itu, Sekretaris Bappeda dan Litbang Kabupaten Bima, H. Faharuddin, S.Sos, M. AP, mengungkapkan bahwa ini menjadi sejarah awal yang baik bagi Kabupaten Bima sebagai bagian dari upaya pelestarian Budaya Bima sebagaimana menjadi program dari Bidang Sosial dan Pemerintahan yang digawangi oleh Sufaiddin. S. Sos dilanjutkan oleh Raani Wahyuni, ST, MT, MSc

H. Faharuddin mengungkapkan, Produksi ini produksi film yang amat murah, sehingga tergambar dengan baik bagaimana jiwa dan kebersamaan tim Mecidana dalam memproduksi film ini benar-benar dengan niat yang tulus dan tekad hebat untuk memproduksinya  sampai tuntas dalam upaya melestarikan budaya bima dan mempublikasikannya

Saat dihubungi Rahmawati, ST, selaku  Produser Eksekutif beliau sangat gembira dan bangga atas apa yang telah diupayakannya berjalan dengan baik dan sukses, demikian juga dengan Iman Ridwansyah, ST tersenyum bangga ketika menyaksikan secara total awal sampai akhir wujud dari film ini dalam finishingnya.

"Sukses para pejuang pengharum daerah dan seluruh pihak pendukung, untuk Bima di kancah Nasional dan Dunia," pungkasnya. (GA. Jack*)

Post a Comment

Previous Post Next Post