JJ Nilai Penawaran Tender Paket Rp6,8 Milyar Janggal, Kepala ULP: Itu Nggak Benar

Kepala ULP Pemkot Bima, Iskandar Zulkarnain, S.STP

Kota Bima, Garda Asakota.-


Tender paket proyek jalan Nungga-Toloweri Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima dengan pagu dana sebesar Rp6.800.000.000, diduga hanya ditawari oleh PT RJ sebagai perusahaan pemenang tender sebesar Rp6.799.000.000.  Artinya, paket proyek anggaran Rp6,8 Milyar tersebut hanya dipotong Rp1 juta saja.

Sinyalemen ini disampaikan oleh salah satu aktivis Bima Jakarta, Johan Jauhari (JJ) kepada wartawan, Rabu (11/12). "Saya menduga ULP LPSE yang melakukan proses tender di Pemerintah Kota Bima melakukan pengaturan tender sehingga tidak diindahkan perusahaan lain yang memasukan penawaran," duganya.

Johan mengatakan, kalaupun tidak ada pihak yang tidak memasukan penawaran itupun harusnya ditender ulang sehingga menghasilkan daya saing para pengusaha lokal yang ada di Kota Bima. “Namanya saja tender terbuka, tapi seolah olah itu adalah murni Penunjukkan langsung atau itu saya istilahkan tender rasa penunjukkan langsung," sentilnya.

Seharusnya, kata dia, ULP LPSE mengedepankan azas terbuka dan transparan jikalau melakukan proses tender online. Untuk itu, ia sangat berharap pada aparat Kepolisian dan Kejaksaan serta aparat penegak hukum lainnya di kota Bima agar senantiasa melakukan pendeteksian dan atau penyelidikan awal atas dugaan pengaturan tender proyek ini.

Menanggapi tudingan ini, Kepala ULP Pemkot Bima, Iskandar Zulkarnain, S.STP, secara tegas menepisnya. Kepada Garda Asakota, Islandar malah menyebut JJ salah membaca data. "Itu tidak benar," tepisnya kepada Garda Asakota, Rabu (11/12).

Yang benar itu, kata dia, pagu paket Rp6.800.000.000,- nilai HPS Rp6.799..998.856,54, nilai Penawaran Rp6.750.583.482,50, dan hasil Negosiasi Rp6.710.583.000,00. "Hasil negosiasi itu yang jadi nilai akhir yang dijadikan acuan PPK untuk pembuatan kontraknya," tegasnya.

Bagaimana dengan tudingan pengaturan tender untuk memenangkan perusahaan tertentu?, Iskandar menegaskan bahwa kalau tudingan itu terkait pekerjaan jalan Nungga Toloweri, itu tidak ada. "Karena dari sekian perusahaan yang mendaftar, hanya Risalah Jaya (RJ) yang mengajukan penawaran. Jadi yang kita evaluasi hanya perusahaan yang memasukkan dokumen penawaran," terangnya. (GA. 212*)

Post a Comment

Previous Post Next Post