-->

Notification

×

Iklan

Disnakertrans Kabupaten Bima Serahkan Bantuan Sarana Usaha Prosessing

Monday, May 22, 2017 | Monday, May 22, 2017 WIB | 0 Views Last Updated 2017-05-22T03:42:30Z
Foto: Kadis Nakertrans Kabupaten Bima, Adel Linggi Ardi, SE (kacamata), saat menyerahkan bantuan.



Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

         Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Bima, Senin pagi (22/5) menyerahkan sejumlah bantuan program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja kepada 16 orang peserta pelatihan pemberdayaan masyarakat pencari kerja angkatan pertama. Kepada para peserta masing-masing mendapatkan bantuan berupa mixer, blender, oven hook, kompor hook, loyang jajan, loyang beking pan, dandang.

         Menurut Kadis Nakertrans Kabupaten Bima, Adel Linggi Ardi, SE, ke-16 peserta yang didominasi perempuan tersebut telah mengikuti pelatihan selama tiga puluh hari atau selama 240 jam pelajaran) di LLK Jalan Diponegoro Kota Bima. "Mereka ini merupakan angkatan pertama yang mengikuti pelatihan kejuruan prosesing dari dua angkatan yang direncanakan. Peserta pertama mulai pelatihan tanggal 12 April sampai dengan tanggal 20 Mei," terangnya.

          Sebelumnya, kata dia, para peserta dari berbagai kecamatan itu direkrut berdasarkan surat yang dikirim oleh dinas ke kantor Kecamatan. Diakuinya, usulan nama dari Kecamatan rata-rata 10 orang, namun karena ketebatasan anggaran dinas pihaknya hanya mampu mengakomodir 32 nama saja yang diterbagi menjadi dua angkatan pelatihan, masing-masing 16 orang per angkatan. "Sedangkan ntuk angkatan kedua, kita rencanakan mulai besok, Selasa 23 Mei," imbuh pria yang akrab disapa Papi Adel ini.

         Sementara itu, Kabid Pembinaan, Penempatan, dan Perluasan Tenaga Kerja Disnakertrans, H. Mustafa HAR, S. Sos, M. AP, berharap bantuan yang diserahkan itu dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Karena ada prinsipnya, bantuan itu bukan
hanya sekedar diserahkan begitu saja, tetapi Pemkab Bima melalui dinas akan tetap melakukan pengawasan di lapangan. "Akan ada tim yang dibentuk melalui dinas untuk melakukan monitoring dan evaluasi pasca pelatihan. Ini tujuannya agar peserta bisa mandiri, dan inilah point yang penting dalam berusaha. Masyarakat bisa berusaha mandiri," tegas mantan Camat Lambu ini.

         Dia juga meminta kepada peserta agar tetap menjaga bantuan tersebut dan memanfaatkannya dengan baik. "Karena barang yang diserahkan itu barang yang berkualitas," pungkasnyadan didampingi Kasi Lattas (Pelatihan dan Produktivitas), Muhaimin, S. Sos. (GA. 212*)
×
Berita Terbaru Update