-->

Notification

×

Iklan

Rokok GG Filter Keluaran Terbaru Kurang Laku di Pasaran?

Wednesday, September 11, 2013 | Wednesday, September 11, 2013 WIB | 0 Views Last Updated 2013-09-11T12:43:24Z
Kota Bima, Garda Asakota.-
Sejumlah konsumen dan penikmat salah satu poduk rokok Gudang Garam (GG) Filter di Kota Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluhkan rasa rokok kemasan baru GG Filter yang dinilai sangat berbeda bila dibandingkan dengan produk GG Filter produk sebelumnya.

Keluhan ini sebenarnya telah lama disampaikan para konsumen, menyusul luncuran produk baru oleh salah satu perusahaan rokok ‘terbesar di Indonesia tersebut. “Rokok keluaran terbaru itu rasanya berubah jadi tidak enak dan hambar, jauh berbeda dengan rasa rokok yang lama,” keluh seorang konsumen yang dulunya penikmat setia GG Filter, Abdul Wahab Hakim, kepada Garda Asakota.
Pria yang kerap disapa Wihu ini mengaku saat mencoba produk baru tersebut terasa ada sesuatu yang berbeda terutama dari aspek citarasanya, yang begitu tawar hingga dirinya tidak begitu bersemangat untuk menghabiskan sebatang rokok apalagi menghabiskan sebungkus. “Kenapa harus diganti dengan yang baru ya?, padahal produk lama sangat diminati masyarakat. Coba kalau bisa, kemasannya boleh berubah, tapi rasa lebih baik seperti produk lama,” cetus Wihu yang mengaku sudah beralih menghisap produk rokok lainnya ini.
“Karena tidak enak, terpaksa saya ganti rokok,” imbuhnya. Wihu mengaku sebelum beralih ke rokok merk lain, dirinya beberapa waktu lalu sempat keliling warung untuk mencari GG Filter produk lama, namun hampir semua warung menjawab filter yang lama tidak ada, justru yang ada filter keluaran baru. “Karena sulit mendapat produk lama, saya-pun mencoba produk merk lain,” katanya.
Keluhan kurang diminatinya produk GG Filter lama ini, juga diakui oleh sejumlah pemilik toko.  Di lingkungan Tato Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima misalnya, pemilik toko yang menjual GG Filter keluaran baru, Umar Usman, mengatakan, rokok kemasan baru itu kurang laku di pasaran, bahkan saat ini dirinya sudah tidak menjualnya lagi. “Banyak pembeli yang mengeluh karena rasanya, makanya sudah lama saya tidak menjualnya. Memang beda dengan rokok filter lama,” aku Umar.
Hal senada juga diakui penjual kios lainnya di lingkungan Jatiwangi, Nuning. “Oh, kalau rokok filter baru tidak laku pak, tidak seperti filter yang lama,” tuturnya. Guna mengetahui alasan adanya perubahan kemasan dan rasa rokok GG Filter ini, Garda Asakota berusaha mengkonfirmasinya ke Kepala Tim Promosi PT. Gudang Garam Cabang Bima-NTB, Ady Gurinda. Kepada wartawan di kantornya lingkungan Gindi Kota Bima, meskipun pihaknya mengakui terjadinya penurunan pendapatan sejak produksi GG Filter kemasan baru diluncurkan.
Namun pihak perusahaan membantah terjadi perbedaan racikan antara GG Filter yang lama dengan yang baru, karena prosesnya masih menggunakan alat yang sama baik kadar gula cengkeh maupun tembakaunya. “Mungkin itu hanya persepsi konsumen saja,’ katanya.
Ditegaskannya bahwa, rokok Filter keluaran terbaru yang berbeda hanya kemasannya, sedangkan proses pembuatan rokoknya tetap sama.
“Hanya kemasannya yang berubah,” cetus Ady. (GA. 777*)

×
Berita Terbaru Update