-->

Notification

×

Iklan

BERSIKAP JUJUR DAN BERSAHABAT TERHADAP SEMUA ORANG ADALAH HAK UNTUK MEMIMPIN

Tuesday, April 17, 2012 | Tuesday, April 17, 2012 WIB | 0 Views Last Updated 2012-04-17T04:03:02Z
Oleh: Dr. Mariani
Mereka semua hidup melalui keadaan-keadaan yang berba¬haya. Mereka semua memperlihatkan kebe¬ranian dan urat baja di bawah teka¬nan. Dan mereka semua kebetulan orang-orang yang sama. Menghadapi masalah besar bagi Al. Ismi, entah itu tentang fisik, mental, atau ekonomi.
Ketika ia berusia lima belas tahun, ayahnya meninggal dan ia berhenti sekolah untuk menjadi pencari nafkah utama bagi keluarganya. Ia menjual surat kabar, telur, susu kambing dan peternakan. Lalu ketika ia remaja, ia mulai bekerja sebagai mekanik mobil balap, dan di usia dua puluh tiga tahun ia sendiri mulai balapan. Dua tahun kemudian ia pemecah rekor dunia.

Kepiawian al Ismi di dunia Ilmu pengetahuan membuat pers menjulukinya “Kartu AS dari segala Kartu AS Amerika”. Ketika ditanya tentang keberaniannya dalam bertempur ia akui bahwa ia pun takut. “Keberanian”, katanya, “Adalah melakukan apa yang Anda takutkan. Tak mungkin ada keberanian kecuali Anda takut”.
Al Ismi memanfaatkan situasi yang buruk dengan sebaik-baiknya. Ia perkenal¬kan prosedur-prosedur untuk sangat mengurangi jumlah korban yang jatuh, dan setiap kali masyarakat yang di zalimi (prajurit) terkena fitnah/ranjau, ia langsung turun ke lapangan untuk memeriksanya, mengevaluasinya dengan kendaraan pribadinya, dan berbicara kepada orang-orang¬nya untuk membangkitkan semangat mereka. Orang-orang ini berguling-guling kesakitan di tanah. Ketika itulah semua orang sadar bahwa ranjau yang pertama itu ternyata bukanlah satu-satunya. Sesungguh¬nya mereka berdiri di tengah-tengah medan ranjau.
Al Ismi, percaya orang yang terluka itu bisa selamat, dan bahkan takkan kehilangan kakinya __ tetapi hanya kalau ia tidak bergu¬ling-guling. Hanya satu hal yang dapat diperbuat al Ismi, ia harus mengejar orang itu dan melumpuhkannya. Ia memiting orang-orangnya dan memenang¬kannya. Itu menyelamatkan nyawa orang itu. Dan akhirnya, dengan bantuan sebuah tim insinyur, Al Ismi dan orang-orangnya ber¬hasil menyingkir dari medan rajau ter¬sebut.Takan pernah kami lupakan itu, dan akan kami pastikan semua saudara dalam bertalian ini mengetahui apa yang Anda perbuat. Hinga saat itu, belum terpikirkan oleh Al Ismi bahwa prajurit yang disela¬matkannya itu berkulit hitam.
Mereka bukan saja memainkan kete¬rampilan serta talenta mereka, melainkan juga semangat besar serta kerja keras. Mereka berprestasi setinggi mungkin semampu mereka. Secara naluriah mereka tahu bahwa orang mengikut orang dengan siapa yang mereka ukur.
Pada setiap masa dalam kehidupan ini, pemimpin menghadapi saat-saat kritis ketika mereka harus memilih antara mengerahkan segala kemampuan atau menyerah. Agar berhasil melalui masa-masa itu, andalkanlah disiplin yang seperti batu karang, bukan emosi yang seperti lumpur pasir. Tunjukkanlah sebagai sese¬orang yang tdak mau repot-repot menye¬lesaikan perkara kecil, maka akan aku tunjukan kepada seseorang dan semua orang yang tak dapat dipercaya untuk menye-lesaikan perkara-perkara besar. Artinya, jadilah terlebih dahulu “pengikut yang baik” Karena jarang sekali pemimpin yang efektif itu tidak terlebih dahulu belajar menjadi pengikut yang baik. Anda harus menjadi seseorang yang dapat dipercaya orang untuk mengantarkan mereka ke mana mereka ingin menuju.
Pengikut yang menjadikan pemimpin panutan belajar dari mereka, dan kitapun bisa belajar dari mereka. Sementara Anda belajar dari dunia dan kata-kata mereka, ingatlah dibutuhkan waktu untuk layak mempunyai pengikut. Pemimpin bukanlah dikuasai atau diperoleh dalam waktu singkat. Artinya, untuk menjadi pemimpin sebagai panutan Anda harus menjadikan dirinya sebagai pemimpin yang kuat. Kepemimpinan yang kuat haru mempunyai inti kepemimpinan adalah Anda mem¬punyai visi. Visi ini harus Anda artikula¬sikan dengan jelas dan dengan penuh kuasa setiap ada kesempatan. “Tidak mungkin Anda tiup terompet dengan ragu-ragu”.
Dikisahkan, Akhirnya Mandela dibebaskan. Yaitu ketika Nelson Mandela akan dibebaskan dari penjara Afrika Selatan, ia sedikit gelisah. Ia dijadwalkan akan dibebaskan pukul 3:00 sore, dan prosesnya berjalan lambat. Ia tidak mau bangsanya kecewa setelah demikian lama menantikannya. Sementara ia dengan istrinya, Willie mendekati pintu gerbang kira-kira pukul 4:00 sore. Mandela mengharapkan akan melihat beberapa lusin orang, kebanyakan keluarga dan teman. Tetapi ketika ia mendekat, ia melihat suatu keributan besar. Ia sadar bahwa ada banyak sekali orang, ratusan wartawan, juru foto, dan wartawan televisi, dan lebih dari seribu simpatisan. Dalam oto biografinya. “Long Walk to Freedoom” ia berkomentar, ...Kebebasan mandela lama-lama dinantikannya, dan ia meraihnya karena kepemimpinanya yang luar biasa.
Sepeninggal ayahnya Mandela menjadi pembantu David Dalindyebo¸ kepala suku, suku Thembu. Di bawah kepemim¬pinan David lah Nelson pertama kalinya sadar akan kepemimpinan. Walinya ini sering kali memimpin rapat sukunya yang berhari-hari dan selalu mampu menuntun sukunya mencapai konsensus. Mengamati walinya sebagai pemimpin beraksi, hanya sebagian dari apa yang memicu Mandela untuk meraih prestasi.
Adalah kisah Nelson ini, suatu contoh dimana ia membahayakan nayawanya dengan pergi ke wilayah barat dan kembali lagi dengan lebih banyak orang. Ia tidak mengenal rasa takut. Dan kepemimpinan¬nya tak tergoyahkan. Pekerjaannya sungguh berbahaya, dan ketika orang-orang yang dipimpinnya goyah, ia tetap kuat seperti baja, mengetahui bahwa budak-budak yang gagal kabur akan disiksa hingga mereka beri¬kan informasi tentang orang-orang yang menolong mereka kabur. Jadi, ia tidak pernah membiarkan siapa pun menyerah, “Orang mati tidak akan membuka mulut”. Bahwa ia tidak pernah kehilangan satu orangpun yang dipandunya, “Aku tidak pernah membiarkan keretaku ke luar jalur” katanya. “dan Aku tidak per¬nah kehilangan satu orang penum¬pangpun”. Ia hidup dalam kebudayaan yang tidak menghargai warga amerika keturunan Afrika. Dan ia bekerja di se¬buah negara di mana wanita bahkan belum lagi diberikan hak suara. Ia telah menge¬luarkan lebih banyak orang dari perbudakan lebih dari siapapun dalam sejarah Amerika __ entah berkulit hitam atau putih, pria atau wanita. Terlepas dari keadaan-keadaannya, ia menjadi pemimpin yang laur biasa.
Pemimpin yang berani mengambil resiko. Bukan berarti mereka semboro, sebab pemimpin yang baik taklah sem¬brono. Tetapi mereka tidak selalu menem¬puh runte yang aman. Jarang sekali seseorang melakukan terobosan sambil mencari aman. Seringkali pemimpin harus membawa sesamanya ke dalam yang belum dikenal, membuat mereka berbaris keluar dari peta. Pelajarilah pemimpin yang bijaksana, maka Anda temukan mereka itu; mengumpulkan informasi dengan bijaksana; mengambil resiko dengan memperhitungkan kekuatan mereka; melakukan persiapan yang seksama; menjadikan kegagalan sebagai batu loncotan dalam meraih sukses; mem-perlihatkan fleksibelitas; memperhatikan waktu yang tepat; memvisikan apa yang dapat mereka raih; memahami apa yang dipertaruhkan; bertekun dalam misi mereka; mempunyai motif-motif yang benar; memberikan kemenangan kepada pengikut mereka; dan maju terus dengan penuh keyakinan.
Jadilah bersikap jujur dan bersahabat terhadap semua orang untuk mendapatkan hak untuk memimpin. Aku menjadikan kepemimpinannya berarti. Ketika menda¬patkan peluang untuk memimpin. Apakah Anda akan menjadikannya berarti?
Jika ia, di anugrahi kehormatan tertingi di negeri/bangsa itu, pengakuan sebagi, “Adil di antara Bangsa-bangsa”.
Aku akan bersikap jujur sebab ada orang-orang yang percaya kepadaku; Aku bersikap murni sebab ada orang-orang yang peduli; Aku akan bersikap kuat sebab banyak sekali yang harus dideritakan; Aku akan bersikap berani sebab banyak sekali yang harus dihadapi dengan berani; Aku akan bersikap bersahabat dengan semua orang __ termasuk terhadap yang miskin dan yang zalim serta yang tidak bersahabat: Aku akan memberi dan melupakan pemberianku: Aku akan bersikap rendah hati sebab Aku tahu kelemahanku: Aku akan menegadah ke atas __ dan tertawa, dan mengasihi, dan mengangkat.
Kaisar baru ini memasuki kotanya sebagai pahlawan dan kemudian ia men¬coba memposisikan diri sebagi orang pilihan rakyatnya. Di luar dugaan kelas-kelas yang memerintah, bangsa-bangsa di dunia segera membuktikan keberanian dan keterampilannya dengan bereaksi di satu negara. Ia bunuh singa-singa; badak dan gajah. Sebagai pemanah yang terampil, ia jatuhkan berbagai hewan lainnya dengan sekali panah. Dalam satu perjumpaan, ia bunuh ratusan macan tutul menggunakan seratus lembing. Di katakan bahwa simpati rakyat terhadap Al Ismi sangat luar biasa.
Al Ismi tidak seperti yang di film. Adalah seorang pahlawan yang terampil. Menghadapi binantang buas akhirnya tidaklah cukup untuk mengujinya. Pada waktunya, ia masuk arena dengan senjata-senjata perang dan menghadapi gladiator-gladiator Roma. Dan ia kalahkan mereka semua. Ia sungguh pria yang berani.
Walaupun pahlawan yang berani dan terampil, karakter Al Ismi adalah soal lain. Ia habiskan sebagian waktunya berusaha mengesankan rakyatnya dan menyatakan kemuliaannya. Ia bayangkan dirinya pendiri “Roma” yang baru, bahkan sampai mengganti nama kekaisarannya sesuai dengan namanya sendiri. Ia juga membayangkan dirinya sebagai Hercules modern. Ia sering mengenakan kulit hewan dan membawa pentungan, seperti tokoh mitos. Ia juga mengubah kalender Romawi __ mengubah nama setiap bulannya menurut gelar-gelar yang ia berikan kepada dirinya sendiri.
Pada waktunya, suku anta branta di sebalah utara terus mengepung perbatasan Romawi, sementara Al Ismi hidup di ibukota dan menyibukkan diri dengan mengutip pajak kepada orang kaya, mendistribusikan uangnya kepada orang miskin, menghukum mati senator-senator serta banyak lawan politiknya, dan menciptakan kembali dirinya.
Kesabaran Senat dan rakyat habis ketika Al Ismi menyatakan bahwa ia menerima kehormatan sebagai konsultan __ jabatan tertinggi dan paling terhormat di seluruh Roma di negeri Anta Branta sambil berpakain sebagai gladiator.
Ia berasal dari keluarga samurai, yang diajarkan untuk membantu orang yang membutuhkan. Dan ketika suatu hari pengadilan tinggi sejarah mengadili kita masing-masing mencatat apakah dalam pelayanan kita yang singkat kita penuhi tanggung jawab kita __ sukses atau kega¬galan kita; kita akan diukur dari jawaban kita terhadap empat pertanyaan ini: Apakah kita benar-benar berani... ; Apakah kita benar-benar mempunyai pertimbangan yang baik ...; Apakah kita benar-benar berintegritas ...; Apakah kita benar-benar berdedikasi?
“Di masa-masa yang paling sulit, keberanianlah yang menjadikan seorang pemimpin”Setelah khotbahnya Al Ismi mendatangi Aku, “Tuan” Seandainya Aku mempunyai resimen seperti tuan, Aku bisa mencambuk dunia.

“BERSIKAP JUJUR DAN BERSAHABAT
ADALAH PONDASI YANG KUAT BAGI PEMIMPIN YANG BENAR-BENAR SEJATI”


Minggu, 8 April 2012
×
Berita Terbaru Update