Kawasan Pertanian di Desa Ngali Dihantam Banjir


Bima, Garda Asakota.-
Sekitar pukul 15.00 Wita, Jumat (11/3), banjir bandang menerjang areal per¬ta¬nian di So Tolo Monta dan so Ben¬teng Desa Ngali Kecamatan Belo Kabu¬paten Bima.
Akibatnya sekitar 100 hektar tanaman
padi dan bawang milik warga terendam banjir hingga menye¬babkan kerugian sekitar ratusan juta rupiah.
Pantauan Garda Asakota di lokasi, banjir yang datang tiba-tiba itu meng¬gagetkan warga. Bahkan diantara warga tidak percaya, ketika ada warga lainnya yang berteriak adanya banjir yang meluap ke real pertanian.
Selain me¬rendam kawasan perta¬nian, banjir juga meluap ke pemukiman warga dengan ketinggian setengah meter, dan melintasi badan jalan se¬panjang seratus meter.
Kepala Desa Ngali, Imam Syuhadi, SH, kepada Garda Asakota mengung¬kap¬kan kerugian warga yang mencapai ratusan juta rupiah akibat musibah banjir yang datang tiba-tiba tersebut. “Hampir semua tanaman padi yang baru berbulir itu tidak bisa dipanen lagi,” ungkapnya.
Sedangkan untuk tanaman bawang, kata dia, sekitar dua hektar yang baru saja ditanam sejak sebulan lalu, belum bisa dipastikan apakah masih bisa diselamatkan atau tidak.
“Yang jelas terendam banjir, namun saya juga belum bisa memastikan apakah tanaman bawang ini masih baik atau rusak,” cetusnya.
Warga Ngali, H. Muhammad, yang dimintai tanggapannya hanya bisa pasrah mendapati tanaman bawang yang sebelumnya cukup subur, harus lenyap terendam banjir. Sementara Muslimin, S. Pd, salah satu korban yang mengalami kerugian 1 haktar tanaman padi meyakini bulirnya akan rusak.
Menurut data yang dihimpun warta¬wan, selain merusak kawasan perta¬nian, banjir bandang desa Ngali juga merusak jembatan dan parit irigasi di bagian sisi kanan kali. Warga berharap kepada Pemkab Bima, agar dapat mem¬benahi fasilitas yang rusak tersebut. “Kalau bisa pemerintah membangun ulang agar mulut jembatan diperbesar¬kan lagi,” harap Muslimin. (GA. 234*)

Post a Comment

Previous Post Next Post