Polisi Tangani Kasus Dugaan Korupsi di Kemnag

40 Orang Saksi Telah Diperiksa

Bima, Garda Asakota.-
Dugaan pemotongan dana serti¬fi¬kasi guru di jajaran Kementerian Agama (Kemnag) kabupaten Bima yang sempat heboh ke permukaan sekitar akhir tahun 2010 lalu, rupanya telah menjadi atensi serius dari penyidik Reskrim Polres Panda.
Untuk menuntaskan dugaan kasus pemotongan ini, penyidik Reskrim Polres Bima tidak tanggung-tanggung telah memanggil dan memeriksa 40 orang saksi dari sebanyak 350 orang guru yang diduga telah dilakukan pemotongan uang sertifikasi antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per orang.
“Pemeriksaan saksi dilakukan sesuai dengan surat pengaduan yang kami te¬rima tentang keluhan pemotongan uang sertifikasi para guru PNS dan non PNS dari Jajaran Kementerian Agama,” ung¬kap Kasat Reskrim Polres Bima, AKP. I Made Wiranata, SIK, Kamis (6/1).
Menurut pengakuan Kasat Reskrim, penyelidikan kasus itu berawal dari adanya informasi dari beberapa sumber yang tidak terima dengan dugaan pe¬motongan hak-haknya, lalau kemu¬dian datang surat keluhan agar polisi bisa me¬ lakukan penyidikan atas kasus tersebut.
“Kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan sudah meme¬riksa 40 orang saksi dari 350 orang saksi yang direncanakan pemanggilan,” katanya. Ditegaskannya bahwa, bila pemerik¬saan dari keseluruhan saksi sebanyak 350 orang tuntas, maka pihaknya akan memanggil oknum pega¬wai Kemnag yang diduga terkait, terma¬suk oknum
bendahara. “Dan bila para saksi yang telah diperiksa mengarah atau terbukti ada unsur korupsinya, maka kasus tersebut akan dinaikan ke tahap penyidikan,” ucapnya.
Sementara Kepala Kantor Kemen¬terian Agama (Kakakemnag) Kabupa¬ten Bima, Drs. H. Yaman, yang dihu¬bungi Garda Asakota via Ponselnya, Kamis (6/1), secara tegas membantah adanya dugaan pemotongan dana sertifikasi guru di bawah naungan Kemnag Kabupaten Bima.
“Saya tidak tahu menahu dengan pemotongan uang sertifikasi itu,” bantah pria yang saat itu mengaku sedang berada di luar daerah. (GA. 234*)

Post a Comment

Previous Post Next Post