Header Ads

Berharap Bawa Pulang Insentif Guru Ngaji dan Petugas Masjid, Para Lurah Malah Kecewa

Sejumlah Guru Ngaji saat mendatangi Redaksi Garda Asakota, Jumat siang (22/5)


Kota Bima, Garda Asakota.-

Beberapa Lurah terlihat lesu dan putus asa tatkala mereka harus pulang berhampa tangan karena tak membawa kabar baik untuk aparatur Imam Masjid Mushola, Bilal Marbot dan Guru Ngaji TPQ yang berharap bahwa hari ini dapat menerima insentifnya.

Namun takdir berkata lain hingga beberapa kali di cek ternyata rekening para Lurah semuanya masih nihil. Padahal sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melalui Kepala BPKAD menyatakan bahwa dana insentif tersebut sudah bisa di cairkan di Bank NTB.

Berjam-jam Lurah menunggu dan berkali kali pula mengecek di Bank apakah dananya sudah masuk atau belum ke rekening kelurahan. Tapi menjelang senja hasilnya nol besar, justru tidak ada dana transfer sama sekali yang masuk ke rekening.

Padahal di satu sisi Lurah di tuding tidak becus dalam bekerja. "Lalu apa yang harus kami sampaikan kepada mereka padahal dana tersebut adalah harapannya bisa diterima sebelum lebaran," cetus seorang Lurah kepada Garda Asakota, Jumat sore (22/5).

Terpisah Kepala Dinas BPKAD Setda Kota Bima, Drs. Zainuddin, MM, yang kembali dikonfirmasi wartawan via sms secara singkat mengatakan bahwa untuk insentif Imam, Bilal, Marbot dan Guru Ngaji itu tidak masuk ke rekening Kelurahan melainkan langsung masuk ke rekening masing-masing aparatur.

Menanggapi pernyataan Kepala Dinas tersebut salah seorang Imam Mushola, Sukran juga sangat menyayangkan pernyataan itu. Pasalnya mereka mengaku tidak pernah menerima arahan atau perintah untuk membuka rekening sendiri agar dapat menerima pencairan insentif.

"Karena yang di anjurkan untuk membuka rekening hanyalah perangkat Rt Rw bukan Imam, Marbot dan Bilal serta Guru Ngaji. Ini pernyataan blunder dan asal bunyi saja, kapan kami pernah di rekom untuk membuka rekening itu sama sekali tidak ada. Lalu kenapa sekarang tiba-tiba insentif kami langsung masuk ke rekening padahal jelas jelas kami tak memiliki rekening," cetusnya.

Sukran mengakui bahwa selama ini biasanya insentif untuk aparatur seperti mereka sudah di terima H-5 hingga H-2 Lebaran. "Tapi sekarang hingga hari terakhir belum juga diterima, pokoknya besok selambat lambatnya pukul 10 pagi kami aparatur imam, marbot, bilal dan Guru Ngaji sangat berharap untuk bisa menerima dana tersebut," tandasnya. (GA. 003*)

1 komentar:

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.