Header Ads

Warga Jatiwangi Keluhkan Sisa Gaji Tukang Bedah Rumah yang Belum Dibayarkan



Kota Bima, Garda Asakota.-

Sejatinya bantuan sosial apapun baik untuk pribadi maupun kelompok yang diberikan oleh pemerintah kepada warga masyarakat pada hakikatnya adalah untuk meringankan beban hidup secara sosial maupun secara ekonomi.

Akan tetapi siapa yang bisa menyangka ternyata di sebagian kelompok masyarakat penerima manfaat di Kota Bima bantuan tersebut bukannya membawa ketenangan melainkan kesusahan seperti yang terjadi di salah satu kelompok penerima manfaat program bedah rumah di Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota.

Sampai saat ini para penerima bantuan bedah rumah itu masih menunggu kejelasan sisa dana bantuan yang belum diberikan oleh pelaksana, padahal di sisi lain mereka masih harus menyelesaikan pembangunan rumah mereka untuk segera dapat di tempati.

"Sudah sebulan lebih sisa dana program bedah rumah untuk biaya gaji tukang senilai Rp1,25 juta masih belum diberikan oleh pihak pelaksana program yang sampai saat ini pun kami tidak tahu siapa, karena yang kami tahu bahwa selama proses pekerjaan berlangsung pak Rt-lah yang mengurus semuanya," ungkap salah seorang KPM janda dua anak, Diana kepada Garda Asakota, Sabtu pagi (14/2).

Karena tak kunjung ada kejelasan, Diana terpaksa ngutang dulu untuk membiaya gaji tukang ke rentenir karena tidak ada informasi apapun mengenai pencairan sisa anggaran tersebut. "Terpaksa kita ngutang dulu pak demi menyelesaikan pembangunan rumah, maka mau tidak mau kami harus lakukan cara itu agar kami dapat segera menempatinya," keluhnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh beberapa warga lain selaku KPM (Kelompok Penerima Manfaat), Nurdin, Suaeb dan Ramlah warga Rt. 02 dan 03 lingkungan Jatiwangi.

Menurut mereka, di kelompoknya yang beranggotakan sembilan orang sebagiannya masih ada yang belum di lunasi biaya untuk gaji tukanngya, sementara sebagian lainnya sudah.

"Kondisi ini memaksa kami harus ngutang karena sudah sebulan lamanya nasib pembangunan rumah kami tidak jelas, pasalnya biaya gaji tenaga kerja sampai saat ini belum juga di berikan.

Yah, terpaksa kami harus pinjam dulu ke rentenir, lalu sampai kapan kondisi terjadi sementara kami terus ditagih,?" cetusnya seraya meminta agar semestinya pemerintah peka dengan kondisi yang mereka alami saat ini. "Sekali kali turun dan cek lapangan tentang persoalan yang kami alami ini," pinta seorang warga.

Sementara itu, Dinas Perkim Kota Bima melalui Kabid Perkim, A. Faruk, S.ST, PAR, menjelaskan bahwa sesuai kesepakatan apabila bedah rumah sudah selesai dikerjakan mulai dari atap lantai dan dinding (Aladin), maka sisa dana baru bisa dibayar untuk gaji tukang terakhir. "Jadi, kalau pekerjaan bedah rumah sudah tuntas maka tidak ada alasan untuk ditahan gaji tukangnya," ujar Faruk dikonfirmasi wartawan, Sabtu siang (15/2).

Menyikapi persoalan sisa pembayaran gaji tukang program bedah rumah di Jatiwangi, pihaknya berjanji akan memanggil dulu TFL-nya untuk klarifikasi. "Nanti saya akan turun cek lapangan dan kalau terbukti gaji tukang ditahan, saya tidak akan perpanjang kontrak TFL nya," tegasnya. (GA. 003*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.