Header Ads

Wakil Bupati Bima Pimpin Rakor KP3 Bersama Para Distributor Pupuk


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Komisi pengawasan pupuk dan pestisida (KP3) bersama seluruh distributor yang ada di wilayah Kabupaten Bima pada pukul 15.00 Wita yang bertempat di ruang rapat Wakil Bupati Bima, Kamis (16/01).

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Nor  (DMN) yang juga sekaligus sebagai pembina komisi pengawasan pupuk dan pestisida yang dihadiri oleh sejumlah pejabat lingkup Pemkab Bima diantaranya, Ir. Indra Jaya Kepala Dinas Pertanian, Drs. H. Muzakir, M.Sc, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Hariman, SE (Kepala Bagian Ekonomi), Erni Rahmawati Kabid Perdagangan Disperindag, Ir. Beni Akbar Kabid RPLPT Dinas Pertanian, unsur Polres Bima Hendri Kristianto, beserta seluruh Distributor se-Kabupaten Bima.

Adapun pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut mengenai pengawasan pupuk subsidi yang didistribusikan oleh distributor kepada pengecer terhadap tindakan masyarakat dalam melakukan pembongkaran paksa terhadap pupuk bersubsidi yang bukan pada tempatnya.

Menurut Wabup, tindakan masyarakat terhadap pembongkaran pupuk subsidi yang bukan pada tempatnya ini sudah menjadi budaya bagi masyarakat pada hari ini, tindakan tersebut tidak hanya di satu wilayah melainkan hampir semua wilayah di Kabupaten Bima terjadi tindakan demikian.

"Kami dari pemerintah melalui KP3 sudah berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan pengawasan terhadap pendistribusian pupuk bersubsidi dari distributor, bahkan kami sudah mengerahkan aparat keamanan untuk mengawasi pendistribusian pupuk tersebut untuk sampai kepada tempat yang di tuju.

Akan tetapi apa boleh buat pihak keamanan yang kami tempatkan tidak bisa berbuat apa-apa terhadap tindakan masyarakat yang begitu banyak yang melakukan pembongkaran paksa terhadap pendistribusian pupuk tersebut," aku Wabup Bima.

Maka dari itu pihaknya mengimbau kepada warga masyarakat agar kiranya dapat tertib menyikapi masalah kebutuhan pupuk bersubsidi. "Jangan ada lagi tindakan yang berlebihan yang mengakibatkan terjadinya keributan yang pada akhirnya dapat merugikan kita semua," harapnya. (GA. Yan*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.