Header Ads

Petani Kobi Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Dinas Akui Jatah Tahun Ini Terbatas

Ilustrasi


Kota Bima, Garda Asakota.-

Kelangkaan pupuk bersubsidi nampaknya tidak hanya dikeluhkan oleh para petani di wilayah Kabupaten Bima saja. Akan tetapi fakta ini juga dialami oleh petani di Kota Bima seperti dikeluhkan oleh sejumlah petani di wilayah Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota.

Hal itu di ungkapkan oleh seorang anggota Poktan So Ndano pada wartawan Garda Asakota, Jumat siang (10/1) di salah satu kediaman Distributor Pupuk..

"Seandainya pemerintah tahu dan cek langsung kondisi kami di lapangan betapa kami sangat resah dan gelisah akibat dari kondisi kelangkaan pupuk ini, padahal saat saat sekarang adalah saat di mana tanaman pertanian kami butuh sekali akan pupuk," keluh sejumlah petani melalui perwakilan yang meminta identitasnya tidak dipulis.

Diakuinya, luas lahan Poktannya sekitar 50 ha. Maka jika di kalikan per 1 ha lahan butuh pupuk 4 sak maka berapa banyak pupuk yang dibutuhkan?

"Karena itu saya bisa memastikan jika kelangkaan pupuk ini berlangsung lama dan tanpa ada kejelasan maka petani merugi, itulah kenapa pada hari ini saya langsung datang ke distributor pupuk, tujuannya untuk mengkonfirmasi apakah benar pupuk ini langka atau tidak?, tetapi anda bisa lihat sendiri distributor lagi tidak ada di rumahnya," ungkapnya penuh kecewa.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Kota Bima melalui Kabid PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian) Syafrudin menjelaskan bahwa untuk kecamatan Asakota sebenarnya kebutuhan pupuk hanya 40 ton saja untuk Januari ini, tetapi karena kebutuhan petani cukup tinggi maka alokasi untuk February-Maret juga di ambil untuk memenuhi kebutuhan petani di Januari 2020.

Dan itupun kata Deo sapaannya, telah distribusikan pada Selasa lalu ke pengecer dengan jatah antara 7 hingga 10 ton per pengecer untuk sejumlah pengecer yang ada. Kenapa terjadi seperti itu kata Deo, lantaran usulan kita sebenarnya untuk Kota Bima itu sebesar 3050 ton untuk tahun 2020 akan tetapi yang dipenuhi hanya sekitar 60 persen atau 1870 ton.

"Karenanya kami telah berpesan dan mewanti-wanti kepada seluruh pengecer yang ada untuk memberikan pupuk secara bijak jangan berdasar pada keinginan para petani mengingat jatah Kota Bima tahun 2020 ini sangat terbatas," harapnya. (GA. 003*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.