Header Ads

BPD Desa Pandai Sorot Kelangkaan Pupuk dan Harga Jual yang Melambung Tinggi

Ilustrasi


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Di setiap musim hujan merupakan musim tanam pertama bagi para petani di Kabupaten Bima, Namun yang menjadi masalah buat petani adalah kebutuhan pupuk yang sulit didapatkan oleh mereka.

Betapa tidak, berbagai masalah menerpa petani saat ini. Selain dihadapkan dengan masalah kelangkaan pupuk, masalah lainnya juga mencuat seperti harga pupuk yang melambung tinggi.

“Harga pupuk yang dijual pengecer sangat mencekik masyarakat, Terkait hal itu kita mendesak Pemdes Desa Pandai untuk memanggil para pengecer," ujar Supriadin, S. Pd, Ketua BPD Pandai, kepada Garda Asakota Rabu tanggal (15/1/2020) di kantor Desa Pandai.


Supriadin yang biasa disapa Adi ini menyayangkan pola penjualan pupuk yang dilakukan oleh oknum pengecer karena dinilainya sangat merugikan petani. Disinyalirnya, ada pengecer yang menjual pupuk jenis urea yang dipaketkan dengan pupuk non subsidi dengan harga Rp130 ribu.

"Hal itu menjadi dasar kita untuk segera melakukan pertemuan dengan melibatkan beberapa unsur, seperti KUPTD Pertanian, Pemdes, pengecer dan perwakilan petani. Kita sudah berkoordinasi dengan Pemdes agar menyurati pengecer dan unsur lain. In Syaa Allah dalam waktu dekat akan dilaksanakan pertemuan,” janjinya.

Ia menegaskan bahwa pertemuan itu harus dilakukan, lantaran sejumlah petani mengeluhkan harga pupuk yang dijual paket melambung tinggi. "Sehingga satu satunya jalan yakni harus ada kesepakatan agar pengecer tidak sembarangan menaikan harga pupuk sesuai harga eceran tertinggi (Het) yang telah diatur," pungkasnya. (GA. Zain*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.