Header Ads

Ratusan Umat Islam Bima Desak Presiden Jokowi Segera Besikap Soal Uighur


Kota Bima, Garda Asakota.- 

Tindakan kejahatan Genosida (pembantaian, red) yang terjadi terhadap masyarakat muslim Uighur di Pemerintahan China, memantik ratusan umas Islam Bima yang tergabung dalam Forum Islam Bima mengggelar aksi damai depan kantor Pemkot Bima Senin (22/12).

Dalam aksi itu, selain menyerukan boikot terhadap produk China, massa meminta Presiden Jokowi, agar segera bersuara dan bertindak tegas atas kejahatan Genosida, serta meminta Pemerintahan RI memutuskan hubungan diplomatik dengan Pemerintah RRC, serta mengusir Dubes RRC di Negara RI dan menarik Dubes RI.

"Keberadaan mereka sangat tidak berarti, karena kekerasan masih terus terjadi terhadap masyarakat muslim di sana," sebutnya FUI Bima dalam pernyataan sikapnya.

Ketua FUI Bima Awia Salahudin, S. Pd, dalam orasinya menyampaikan, bahwa tindakan yang dilakukan Pemerintah China terhadap masyarakat muslim Uighur sangatlah biadab dan keji alias tidak berkemanusiaan.

Untuk itulah sebagai bentuk kecintaan dan kedamaian terhadap kaum muslim Uighur, pada hari ini massa FUI yang ada di Kota Kabupaten Bima dan Dompu turun ke jalan. "Kami sangat prihatin terhadap muslim Uighur yang menjadi korban kekerasan pemerintah China saat ini," ujarnya.

Pantauan langsung wartawan, aksi solidaritas yang dikawal aparat Kepolisian tersebut dimulai dari Lapangan Merdeka Serasuba dan melakukan konvoi sepanjang jalan Gajah Mada hingga ke Kantor Pemerintah Kota Bima. Saat sampai di Pemkot Bima, massa aksi disambut oleh Sekda Kota Bima, Drs. H Mukhtar Landa, MH. (GA. 355*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.