Header Ads

Mediasi Dewan Dinilai Sukses, PT ALP Siap Berikan Kompensasi, 18 Kendaraan Akan Ditarik Ke Kayangan

Suasana hearing yang difasilitasi oleh Wakil Ketua DPRD NTB, H Mori Hanafi, antara 18 orang pemilik kendaraan yang ada diatas kapal kandas City Line milik PT ALP dengan Direksi PT ALP, ASDP Kayangan, Dishub NTB, PT Jasa Raharja Putra, dan didampingi oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB, H Asaat Abdullah dan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, Lalu Wirajaya, di Kantor DPRD NTB, Senin 02 Desember 2019.

Mataram, Garda Asakota.-

Peran lembaga DPRD NTB dalam membantu penyelesaian masalah yang dihadapi oleh masyarakat patut diacungi jempol. Buktinya, pada Senin 02 Desember 2019, Lembaga DPRD NTB melalui Wakil Ketua DPRD NTB, H Mori Hanafi, ditemani Politisi Partai Nasdem yang juga Wakil Ketua Komisi IV Bidang Perhubungan, H Asaat Abdullah dan Politisi Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, Lalu Wirajaya, berhasil melahirkan solusi atas kebuntuan penyelesaian masalah 18 unit kendaraan yang masih belum terevakuasi diatas Kapal Motor City Line milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang sejak 11 Mei 2019 lalu kandas di Gili Kondo Kecamatan Sambelie Kabupaten Lombok Timur.

Dihadiri oleh para Direksi PT ALP, GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB, PT Jasa Raharja Putra, serta 18 orang pemilik kendaraan diatas kapal Kandas City Line, pelaksanaan rapat tersebut berjalan lancar dan sukses melahirkan sejumlah kesepakatan antara PT ALP dengan para pemilik kendaraan yakni adanya kesanggupan dari PT ALP untuk membayar kompensasi kepada para pemilik kendaraan terhitung selama tiga bulan 15 hari dengan pembayaran selama dua (2) bulan yakni Desember dan Januari.

“Kesanggupan PT ALP untuk memberikan kompensasi sebesar tiga bulan 15 hari sudah sangat fair dengan tempo pembayaran selama dua bulan. Dan ini merupakan suatu win-win solution yang tepat ditengah situasi yang kurang menyenangkan. Dan sebagai konsekuensi atas kesepakatan ini, kami meminta kepada pihak Dishub NTB dan pihak ASDP dapat mengawal secara ketat pelaksanaan kesepakatan ini,” tegas Politisi Partai Gerindra ini saat memimpin rapat mediasi penyelesaian evakuasi 18 kendaraan diatas kapal City Line yang kandas di Gili Kondo.

Berdasarkan rumusan kesepakatan yang dibuat oleh PT ALP terkait dengan rincian pembayaran kompensasi untuk 18 unit kendaraan tersebut yakni untuk klaisifikasi kendaraan kecil sebanyak lima (5) unit, per harinya akan diberikan kompensasi sebesar Rp200 ribu. Untuk klaisifikasi kendaraan sedang, sebanyak delapan (8) unit, per harinya dibayar sebesar Rp350 ribu. Kemudian untuk klasifikasi kendaraan besar sebanyak tiga (3) unit, per hari dibayar Rp500 ribu. Dan untuk Bus Sedang, dibayar per hari Rp350 ribu. Dan Bus besar dibayar Rp600 ribu.


Direksi PT ALP, Lutfi.

Terhadap kesepakatan ini, salah satu Direksi PT ALP, Lutfi, paska hearing mengungkapkan kepada wartawan media ini bahwa pertemuan tersebut berhasil menyepakati adanya rencana pemberian kompensasi, meskipun kompensasi itu menurutnya sesungguhnya tidak didasari oleh adanya dasar regulasi. “Namun, okey lah karena mereka ini adalah merupakan Costumer kita juga maka kita sepakati untuk memberikan kompensasi,” ujar Lutfi.

Pihaknya mengatakan selain adanya kesepakatan pemberian kompensasi, pihaknya juga harus melakukan proses evakuasi terhadap 18 unit kendaraan yang ada di atas kapal City Line itu untuk dievakuasi menuju pelabuhan kayangan dengan menggunakan kapal yang dimiliki oleh Perusahaan yang bernama Salvor. Perusahaan ini menurut Lutfi dikenal berpengalaman dalam melakukan evakuasi kapal kandas.

“Untuk evakuasi kapal itu sendiri kita mencari orang yang ekspert dibidang itu, jadi ada perusahaan atau operator yang bernama Salvor yang akan melakukan evakuasi kapal kandas ini. Perusahaan ini memang terbiasa melakukan evakuasi kapal. Yang pertama kita sudah tunjuk perusahaan evakuasi, tapi karena wanprestasi kita alihkan ke perusahaan yang baru ini. Dan perusahaan yang baru ini luar biasa mereka datangkan kapal dari Jakarta untuk melakukan evakuasi kapal kandas ini. Itu artinya kalau sampai tertunda-tunda lagi maka bebannya dia akan makin bertambah lagi.  Tujuan kita satu, bagaimana kapal yang ada diatas kapal itu bisa cepat diturunkan dan kapalnya bisa kita evakuasi. Itu misi utama yang akan kita lakukan karena itu lebih penting buat kita. Tapi karena ada tuntutan soal kompensasi maka kita coba akomodir sesuai dengan kemampuan kita. Dan Alhamdulillah sudah disepakati oleh mereka semua,” terang Lutfi.

Kapan rencana evakuasi?. Pihaknya mengaku proses evakuasi itu sendiri sedang berjalan sekarang. Hanya saja menurutnya, untuk menurunkan kendaraan yang ada di atas kapal City Line, tidak bisa dilakukan karena kunci mobil masih dipegang oleh para pemiliknya sehingga kendaraan itu tidak bisa digerakan karena kunci mobil masih dipegang oleh pemilik kendaraan. 

“Harapannya kalau sudah ada kunci itu, kendaraan itu sudah bisa digerakan. Posisi kapal kandas sendiri masih di GIli Kondo. Nanti kendaraan yang ada di atas kapal kandas ini akan dipindahkan atau dievakuasi keatas kapal Salvor ini. Tapi Alhamdulillah, tadi (Senin 02 Desember 2019, red.), sudah disepakati kuncinya akan diserahkan semuanya. Dan insha Alloh proses evakuasi kendaraan itu akan dilakukan paling banter empat hari setelah semua kunci kendaraan diterima,” jelasnya.

Sementara kapal milik PT ALP yang kandas ini, menurutnya, nantinya akan ditarik dan dibawa kembali ke Galangan untuk dilakukan survey dan proses repair. “Nanti setelah dicheck oleh Sahbandar dan pihak lain yang berwenang dan dinyatakan okey, kapal jalan lagi gak ada masalah,” timpalnya.

Paska dievakuasi, 18 unit kendaraan ini nanti, menurutnya, akan dicheck keberadaannya oleh pihak  asuransi yakni PT Jasa Raharja Putra. “Jika ada kerusakan, maka nanti pihak asuransi yang akan memperbaikinya. Karena kita selaku operator sudah mengasuransikan semua kendaraan itu,” pungkasnya. (GA. Im*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.