Header Ads

Kota Bima Realisasikan Milyaran Rupiah untuk Pekerjaan Jaringan Irigasi Pertanian

Kabid SDA Dinas PUPR Kobi, Isdinurrahman, ST, saat diwawancara wartawan.

Kota Bima, Garda Asakota.-

Di tahun anggaran 2019 ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bima telah mengucurkan anggaran miliaran rupiah untuk menangani pembangunan berbagai sarana-prasarana dan infrastruktur yang tersebar di berbagai lokasi yang ada di Kota Bima. Salah satu alokasi proyek fisik yang mendominasi adalah pekerjaan jaringan daerah irigasi pertanian.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas PUPR Kota Bima melalui Kabid SDA, Isdinurrahman, ST, kepada wartawan. "Ya, untuk tahun ini memang lumayan untuk pekerjaan pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian. Ada beberapa paket,," akunya kepada wartawan, Minggu (15/12).

Kata Amman, selain pekerjaan Rehabilitasi Daerah Irigasi Rontu senilai Rp930 juta yang dikerjakan oleh Cv. Brilian, masih ada empat paket lainnya lagi yang bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) dan DAU (Dana Alokasi Umum).

Adapun ketiga paket proyek daerah irigasi dimaksud yaitu proyek pekerjaan rehabilitasi daerah Irigasi Risa Kelurahan Nungga dengan nilai kontrak senilai Rp766 juta yang dikerjakan oleh pelaksana PT. Doro Belo Angkasa. Kemudian proyek Daerah Irigasi Dadi Kelurahan Rabadompu Timur yang dikerjakan oleh pelaksana Cv. Brilian dengan nilai kontrak senilai Rp762 juta serta proyek pekerjaan daerah irigasi Sari Kelurahan Ntobo dengan nilai kontrak senilai Rp606 juta dengan pelaksana CV. Yuriz dan pekerjaan daerah irigasi Nggeru kelurahan Lampe dengan nilai kontrak Rp1,1 milyar yang dikerjakan oleh pelaksana Cv. Danau Mas.

Selain dari beberapa pekerjaan Daerah irigasi itu yang kini telah selesai dan masuk dalam masa perawatan, diakuinya ada juga rencana pekerjaan daerah irigasi yang gagal dilaksanakan pekerjaan nya tahun 2019 ini lantaran ada beberapa kendala teknis yaitu Dam Tolo Kodo Kelurahan Dodu.

"Tapi In Syaa Allah proyek ini akan dilaksanakan tahun 2020, kemarin tiga kali gagal tender sementara waktu sudah tidak  mencukupi lagi untuk dilaksanakan pekerjaan tersebut karena dikhawatirkan musim hujan yang mulai turun. Mengingat pekerjaan tersebut langsung bersinggungan dengan air sungai, juga karena ada masalah lahan yang belum menemui titik temu," jelas Amman. (GA. 003*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.