Header Ads

Kapolres Bima Kota Akui Tindak Kriminalitas Menurun Kecuali Kasus Narkoba dan Laka Lantas


Kota Bima, Garda Asakota.-

Kapolres Bima Kota menggelar konferensi pers akhir tahun di Aula Polres Selasa siang (31/12) bersama awak media online maupun media cetak Kota Bima. Konferensi Pers ini bertujuan untuk menjabarkan apa saja yang telah dilaksanakan oleh jajaran Polres Bima Kota selama tahun 2019 dari Januari hingga akhir Desember ini.


"Telah banyak hal yang telah dilakukan oleh jajaran Polres Bima Kota selama kurun waktu 2019 ini dalam mengawal Kamtibmas," ungkap Kapolres Bima Kota, Haryo Tedjo Wicaksono, S. IK, SH, mengawali konferensi Persnya.

Diakuinya, pada tahun 2018 lalu angka kejahatan (crime) sebanyak 863 kasus tindak pidana, sementara di tahun 2019 ini mengalami penurunan ke 697 kasus atau turun 166 kasus atau 19 persen dari tahun sebelumnya.

Kedua untuk crime clearance di tahun 2018 sebanyak 335 kasus, sementara di tahun 2019 mengalami penurunan 1 persen atau sebanyak 331 kasus. Sedangkan kejahatan Konvensional atau kejahatan 3 C (curat, curas dan curanmor) di tahun 2018 sejumlah 812 kasus sementara di tahun 2019 hanya 638 kasus. "Hal ini juga mengalami penurunan sebanyak 174 kasus," ungkapnya.

Adanya penurunan angka kriminalitas itu diakuinya, berkat adanya kegiatan operasional jajaran pihaknya di lapangan baik kegiatan Patroli berskala besar di titik rawan dan di jam-jam rawan kejahatan serta optimalisasi peran Bhabinkamtibmas di wilayah pengamanan masing-masing.

Kapolres melanjutkan bahwa untuk kejahatan transnasional pada tahun 2018 tercatat ada 48 kasus sementara di tahun ini juga mengalami penurunan 10 kasus yaitu sebanyak 38 kasus yang didominasi oleh kasus pengerusakan kantor Pengadilan Negeri Bima terkait sidang kasus pembunuhan.

Kemudian kejahatan terhadap kekayaan Negara di tahun 2018 baik kasus korupsi, ilegal logging, ilegal fishing, ilegal mining, pertambangan, perbankan dan lain sebagainya hanya 3 kasus yaitu 2 kasus korupsi dan 1 kasus bom ikan. "Tahun 2019 khusus untuk kasus-kasus ini, menurun 100 persen atau nihil kasus," bebernya.

Haryo menambahkan, untuk kasus kejahatan kontijensi tahun 2018 itu nihil atau tidak ada kejadian Karhutla sementara di tahun 2019 kasus kebakaran lahan atau hutan ini ada namun cepat teratasi berkat terbentuknya Satgas Karhutla.

"Selain itu juga jajaran Polres Bima Kota tekun melaksanakan program penyaluran air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekeringan dan susah mendapatkan air bersih," tuturnya.

Sementara untuk kasus Narkoba selama tahun 2018 tercatat ada sebanyak 46 kasus yang ditangani dan semuanya telah selesai ditangani, sedangkan di tahun 2019 Polres Bima Kota menangani sejumlah 59 kasus dimana 38 kasus diantaranya sudah diselesaikan dengan jumlah barang bukti yang sudah di amankan berupa sabu seberat 183,75 gram dan ganja seberat 800,4 gram yang sudah di musnahkan.

Kasus Laka lantas di tahun 2018 sejumlah 112 kasus dengan merenggut korban jiwa sebanyak 22 orang sementara Laka Lantas di 2019 mengalami kenaikan sebesar 132 kejadian dengan korban meninggal juga 22 orang, sementara data pelanggaran lalu lintas yang terjadi selama 2018 itu sebanyak 18.087 pelanggaran. Sementara di tahun 2019 pelanggaran lantas alami kenaikan sebesar 3 persen yaitu sejumlah 18. 538 pelanggaran  yang didominasi oleh tidak memiliki SIM.

Demikian juga dengan kasus pelanggaran anggota Polri pun PNS Polri di tahun 2018 sebanyak 33 pelanggar, di tahun 2019 ini menurun menjadi 26 pelanggar. Sedangkan pelanggaran kode etik tahun lalu 14 pelanggar dan tahun 2019 sejumlah 11 pelanggar.

Di akhir jumpa persnya Haryo, mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga memelihara serta mewujudkan Bima Kota yang aman damai rukun dan harmonis serta jauh dari kekerasan terutama Narkoba. "Ciptakan kondisi dan fokuskan pada upaya-upaya konstruktif untuk membangun Kota Bima yang lebih baik," ajaknya. (GA. 003*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.