Header Ads

Kadispar Akui Lapak di Lawata Bantuan CSR Bank BRI, Konstruksinya Dinilai Kurang Kuat


Kota Bima, Garda Asakota.-

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Bima mengakui bahwa lapak-lapak yang ada di pesisir pantai Lawata merupakan bantuan dari dana CSR Bank BRI, sementara untuk meja, kursi dan payung merupakan bantuan dana CSR Bank NTB.

"Memang konstruksi lapaknya kurang kuat dan nggak ada pegangan sama sekali dengan tanah makanya gampang diangkat oleh angin.

Demikian juga konstruksi meja, kursi dan payungnya kurang kuat bila dibandingkan dengan ancaman angin laut yang sewaktu-waktu datang menerpa," ungkap Kadispar Kota Bima, Sunarti, S. Sos, MM, menanggapi informasi seputar bencana angin kencang yang menerpa sejumlah lapak di Lawata, Sabtu siang (21/12).

Meski demikian pihaknya bersyukur dan merasa luar biasa atas kontribusi BUMN dalam percepatan pembangunan Pariwisata di Kota Bima. "Lapak-lapak langsung terima ditempat, demikian juga bantuan dari Bank NTB sebanyak 30 unit meja, bangku dan payung," katanya.

Seperti dilansir Gardaasakota.com, terjangan angin kencang disertai hujan menghantam kurang lebih 11 Lapak (Gazebo, red) di kawasan Pariwisata Lawara, Sabtu siang 21 Desember 2019.  Bangunan yang bersumber dari dana CSR untuk Pemkot Bima ini hancur berantakan karena tidak kuat menahan terjangan angin.

Bukan hanya bangunan yang hancur, barang dagangan di dalam lapak juga banyak yang tidak bisa diselamatkan. Beruntung tak ada korban jiwa pada musibah tersebut, namun ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah. (GA. 212*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.