Header Ads

Serius Maju Pilkada, Ady Siap Paketan dengan H. Syafru atau Umi Dinda

Ady Mahyudin, SE

Mataram, Garda Asakota.-

Salah satu politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bima mantan Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, Ady Mahyudin, SE, yang kini menjadi anggota DPRD Provinsi NTB Periode 2019-2024, rupa-rupanya serius maju menjadi salah satu peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Bima 2020.

Paska melakukan pendaftaran sebagai Bakal Calon (Balon) Bupati Bima pada 07 November 2019 di Partai berlambang Matahari Biru di lingkungan Panda Kabupaten Bima, kepada wartawan media ini yang menghubunginya pada Rabu 13 November 2019, Aba Ady demikian sapaan akrabnya, mengaku saat sekarang ini pihaknya tengah membangun komunikasi politik dengan sejumlah kandidat Bakal Calon (Balon) Bupati lainnya seperti, Drs. H. Syafruddin HMN (mantan Bupati Bima) yang juga pernah menjadi rival politiknya pada saat Pilkada 2015 lalu.

"Termasuk kami tengah membangun komunikasi politik dengan Umi Dinda, ( Bakal Calon Incumbent, Hj Indah Dhamayanti Putri, (IDP), red.)," ungkap Aba Ady lugas.

Meski diakuinya keputusan untuk kembali maju dalam kontestasi Pemilukada atas dasar adanya perintah partai, namun dirinya juga mengakui secara personal juga siap maju sebagai Balon Kepala Daerah.

"Secara personal saya siap maju. Dan apabila tidak ada revisi terhadap kewajiban mundur atau tidak sebagaimana tertuang didalam UU MD3 maka itu akan menjadi bagian dari resiko yang harus dihadapi. Dan In Syaa Allah keputusan maju ini sudah saya pertimbangkan secara matang," tegas pria yang pernah menduduki jabatan sebagai Pimpinan DPRD Kabupaten Bima ini.

Saat ditanya apakah lebih tertarik memilih maju dengan IDP atau dengan H Syafru, dirinya mengaku antara kedua figur itu memiliki kualitas yang sama.

"Kalau pun saya berada di posisi orang nomor dua, maka antara maju dengan IDP atau maju dengan H Syafru menurut saya sama aja. Dua-duanya sama menurut saya," tukasnya.

Apa yang membuat sosok Ady Mahyudin berani mengambil keputusan untuk maju padahal sudah berada pada posisi nyaman sebagai anggota DPRD NTB?.

Menjawab pertanyaan wartawan ini, Ady mengaku selain karena adanya perintah dari partainya, alasan lainnya karena banyaknya desakan dari masyarakat yang ada di Kabupaten Bima yang menginginkan dirinya untuk kembali tampil dalam ajang pertarungan Pilkada 2020.

"Alasannya yah begitu banyak masyarakat yang meminta saya untuk maju di Pilkada 2020. Nah kalau saya maju di kancah Pilkada kemudian berpasangan dengan IDP atau H Syafru satu-satunya alasan saya adalah bagaimana pembangunan di Kabupaten Bima itu bisa ditingkatkan lagi dari sebelumnya," tegasnya.

Ady menambahkan bahwa keputusan final untuk maju itu semuanya akan dikembalikan pada kebijakan dan hasil survey internal PAN terhadap beberapa balon lainnya dari kader PAN seperti Aminurlah, SE, Ketua DPD PAN Kabupaten Bima dan Murni Suciyanti, mantan Ketua DPRD Kabupaten Bima. "Dan sebaliknya, kalaupun putusan PAN harus mengusung Pak Maman atau Ibu Murni, tentu saya akan legowo," tambahnya meyakinkan. (GA. Im*)

















Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.