Header Ads

Protes Sikap Walikota, HMI Cabang Bima Bersurat ke PB HMI dan Majelis Nasional KAHMI

Wildan.

Kota Bima, Garda Asakota.-

Dua orang aktivis yang dilaporkan oleh Walikota Bima, HM Lutfi, melalui kuasa hukumnya, Azwar Anas, beberapa waktu lalu rupa-rupanya adalah mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Makassar dan mantan Aktivis HMI MPO Cabang Bima.

Dua orang aktivis yang dilaporkan dengan UU ITE itu terkait dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik Walikota Bima adalah Abdul Rahman yang merupakan mantan Ketua Umum HMI Cabang Bima periode 2010-2011 dan Nasarudin adalah mantan Kabid PTKP HMI Cabang Makassar, periode 2013-2014.

Menurut Ketua Umum HMI MPO Cabang Bima, Wildan, menghadapi pelaporan Walikota Bima terhadap dua orang mantan aktivis HMI MPO itu, HMI MPO Cabang Bima akan memberikan pembelaan dengan sejumlah sikap yang nantinya akan ditempuh oleh organisasi HMI.

"Pembelaan yang kami lakukan bukan untuk melawan proses hukum yang dijalankan kedua aktivis HMI, tapi pembelaan ini diberikan agar hak-hak kedua kader HMI dilindungi.

Dan kami juga akan bersurat ke PB HMI dan Majelis Nasional KAHMI di Jakarta atas tindakan Walikota Bima yang telah melaporkan kedua kader HMI MPO, agar PB HMI dan Majelis Nasional KAHMI tahu dan terlibat membantu kedua kader HMI yang dilaporkan tersebut," tegas Wildan sebagaimana tertuang didalam siaran persnya yang diterima redaksi media ini, Rabu 06 November 2019.

Pihaknya juga mengaku dalam waktu dekat akan melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes atas kasus kriminalisasi terhadap kedua aktivis HMI dan mengecam tindakan Walikota yang telah melaporkan kedua aktivis HMI ke Polresta Bima.

"Sebab tindakan Walikota tersebut merupakan suatu tindakan yang kami pandang merusak nilai-nilai demokrasi. Hal ini tentu tak boleh dibiarkan sebab ini murni proses pembungkaman terhadap setiap warga yang ingin menyampaikan pendapat dimuka umum," pungkasnya. (GA. Im*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.