Header Ads

Berkat Pembiayaan BTPN Syariah, Usaha Rehani Lancar, Umrah Gratispun Diraih

Ibu Rehani, Nasabah Inspiratif BTPN Syari'ah berpose bersama Head Communication BTPN Syari'ah Jakarta, Ainul Yaqin, Bussiness Coach BTPN Syari'ah Bali Nusra, Andi Setio, dan Tim BTPN Syari'ah Jakarta, Nurul, dan dari Bali Nusra, Rohana.


Lembar, Garda Asakota.-

Para pelaku usaha kecil dan menengah saat ini bisa tersenyum lebar dengan adanya program Bankir pemberdayaan. Betapa tidak, sistem dan konsepsi perbankan saat sekarang ini seperti yang dibangun dan dikembangkan oleh Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah telah banyak mengalami perubahan yang sangat siginifkan.

Ibu Rehani dengan ranjungannya.

Seperti yang dialami oleh, Rehani, salah satu pelaku usaha kecil menengah yang ada di Desa Jembatan Kembar Lembar Lombok Barat. Kepada wartawan yang berkesempatan meninjau tempat usaha pengolahan ranjungannya, Kamis 07 November 2019, janda dua anak ini mengaku sangat senang dengan kemudahan kredit perbankan yang disediakan oleh BTPN Syariah melalui Bankir Pemberdayaannya.

Kepada wartawan, Rehani, menuturkan pahit getirnya dalam membangun usaha ranjungan selama hampir 20 tahun lebih bersama almarhum suaminya bersama dengan dua anaknya yang telah beranjak dewasa.

Semenjak suaminya meninggal beberapa tahun lalu, Rehani menjalani usaha ranjungan dan hasil tangkapan laut bersama kedua anaknya. Tiap hari Rehani mengaku membeli ranjungan dari para nelayan yang dia belikan alat tangkap ranjungannya, sebanyak 1 kuintal.

Dari ranjungan yang dibelinya dari nelayan yang dibiayai nya itu terkumpul 1 kuintal ranjungan per hari. Selama tiga hari dia bisa mengumpulkan 3 kuintal ranjungan yang diprosesnya dengan sedemikian rupa menjadi daging ranjungan yang sudah diolah.

"Setelah tiga hari terkumpul 85,6 kg daging ranjungan yang kemudian dikirim ke perusahaan di Surabaya. Per 1kg daging ranjungan dijual dengan harga Rp370 ribu. Harga itu sangat murah, kalau dulu harganya bisa mencapai Rp500 ribu per kg," ujar Rehani.

Diceritakannya, kehadiran Bankir Pemberdaya dari BTPN Syariah empat tahun lalu, memberikannya semangat baru untuk bangkit meraih kesejahteraan yang diimpikannya. Empat tahun lalu, dirinya saat itu diberikan pinjaman sebesar Rp3 juta rupiah dari BTPN Syariah bersama dengan 12 orang lainnya yang ada didalam kelompok usaha bersama ranjungan.

"Dengan modal itu, kami kembangkan usaha ranjungan itu secara perlahan-lahan ditambah juga dengan modal menjual sapi. Untungnya, kata Rehani, pihak BTPN Syariah, disamping memberikan kemudahan kredit tanpa agunan dan hanya dengan sosial checking (tanpa BI Checking, red.) juga memberikan pendampingan bagi kami dan kelompok kami dalam menata dan mengelola usaha kami secara baik.

"Akhirnya setelah pinjaman pertama selesai, saya ajukan lagi pinjaman sebesar Rp6 juta dan setelah pinjaman itu selesai sekarang saya pinjam lagi Rp15 juta untuk menambah modal membeli alat tangkapan ranjungan seperti jaring, bubuk, alat masak ranjungan dan lainnya," kata Rehani.

Berkat kegigihannya dalam berusaha, Rehani kini bisa mengumpulkan 60 orang nelayan yang akan membantunya dalam mengumpulkan ranjungan dan jenis tangkapan laut lainnya. Seiring dangan kemajuan usahanya, kedepannya, Rehani, akan mengajukan pinjaman sebesar Rp50 juta kepada BTPN Syariah.

Lebih senangnya lagi hati Rehani ketika mengetahui dirinya terpilih sebagai salah satu nasabah inspiratif dari BTPN Syariah dan bersama nasabah inspiratif lainnya berkesempatan melaksanakan umrah gratis yang dipersembahkan oleh BTPN Syariah dan Insha Alloh dalam tahun ini akan berangkat umrah bersama BTPN Syariah.

Bussiness Coach BTPN Syariah Bali Nusra, Andi Setio, yang dimintai tanggapan wartawan media ini mengungkapkan sosok seperti Rehani yang dibantu oleh BTPN Syariah itu khusus untuk di Pulau Lombok itu berjumlah sekitar 48 ribu nasabah.

"Ibu Rehani ini salah satu nasabah inspiratif yang ditemukan oleh BTPN Syariah dari sekian ribu nasabah BTPN Syariah lainnya. Jadi nasabah inspiratif lah yang kami berangkatkan umrah secara gratis," kata Andi Setio.

Head Communication BTPN Syariah Jakarta, Ainul Yaqin, mengatakan tujuan memberangkatkan ibu Rehani dalam program umrah gratis itu untuk mempengaruhi nasabah lainnya yang memiliki kadar usaha masih dalam kategori biasa kemudian dapat terus mengembangkan usaha yang mereka geluti.

"Dan untuk menjadi nasabah BTPN Syariah itu syaratnya sangat mudah sekali yakni adanya kemauan yang tinggi untuk menggapai hidup yang lebih berarti. Sementara syarat secara administratif itu cukup dengan KTP dan KK saja. Jadi tidak ribet sama sekali. Nanti keputusan untuk menjadi nasabah itu akan ditentukan dengan pemberian pelatihan selama lima hari. Seluruh masyarakat yang akan ingin menjadi nasabah BTPN Syariah itu terlebih dahulu akan diberikan ilmu dalam berusaha dalam mengembangkan usaha," timpalnya.

Secara Nasional, BTPN Syariah memiliki kurang lebih 200 ribu sentra nasabah pemberdayaan. Dari jumlah itu, untuk tahun ini, menurutnya, BTPN Syariah akan memberangkatkan umrah gratis nasabah inspiratif termasuk karyawan BTPN Syariah sebanyak kurang lebih 295 orang nasabah pembiayaan, sekitar 24 orang nasabah pendanaan atau nasabah sejahtera yang mana dana mereka digunakan untuk mengelola pembiayaan, ada juga dari manajemen, dan juga ada sekitar 48 orang karyawan BTPN Syariah yang akan ikut mendampingi.

Sebagai Bank Umum Syariah yang bergerak di pembiayaan syariah, menurut Ainul Yaqin, ini adalah tahun kelima bagi BTPN Syari'ah dalam melaksanakan program pembiayaan syariah.

"Ditahun kelima ini sangat banyak yang menjadi kesyukuran bagi BTPN Syariah dalam menjalani pembiayaan syariah, salah satunya adalah peningkatan bisnis yang siginifikan, penambahan jumlah karyawan yang cukup signifikan, raihan banyak penghargaan baik dari lingkup internasional maupun skala nasional, penambahan kepercayaan regulator maupun pemegang saham, serta finansial resource juga yang cukup menarik. Sehingga umrah gratis itu merupakan salah satu persembahan sebagai wujud kesyukuran dari BTPN Syariah," pungkasnya. (GA. Im*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.