Header Ads

Ahli Waris Nasabah Bank Lopok Ganda Pertanyakan Klaim Asuransi yang Tak Kunjung Cair

Pimpinan Bank Lopok Ganda Cabang Bima, Ahmad Juwaid.

Kota Bima, Garda Asakota.-

Seorang ahli waris nasabah Bank Lopok Ganda, Rustam warga Kelurahan Matakando Kecamatan Mpunda Kota Bima mempertanyakan kejelasan status tentang klaim asuransi Jiwa untuk ayahnya yang telah 19 bulan lalu meninggal dunia sebagaimana pernah dijanjikan oleh pihak Bank kepada keluarga.

"Klaim asuransi sudah lama kami ajukan, namun belum juga ada tanda-tanda terealisasi, padahal pihak Bank sendiri yang meminta keluarga untuk dapat melengkapi berkas persyaratan pencairan klaim asuransi termasuk di dalamnya dilampiri dengan sertifikat tanah yang asli," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (19/11).

Ia merasa heran mengapa untuk mengurus klaim asuransi memakan waktu belasan bulan seperti ini dan kenapa juga harus disertai dengan dilampiri sertifikat tanah. "Apakah ada hubungannya antara klaim asuransi dengan sertifikat tanah?, Kami duga ini pasti ada apanya dibalik ini semua karena bukan tidak mungkin kalau yang mengalami nasib seperti ini tidak hanya ayahanda kami saja," duga Rustam.

Menjawab tudingan dan dugaa ahli waris keluarga tersebut pihak Bank Lopok Ganda melalui Pimpinan Bank Cabang Bima, Ahmad Juwaid yang dikonfirmasi wartawan, Selasa siang (19/11) menjelaskan bahwa klaim asuransi adalah kewenangan pihak asuransi untuk menanganinya.

Saat itu diakuinya Bank Lopok Ganda masih bekerjasama dengan salah satu Asuransi yang punya cabang di Bima,  tapi sejak tahun 2018 pihaknya tidak lagi berurusan dengan asuransi tersebut. "Kami sekarang bekerjasama dengan asuransi di Mataram," akunya.

Meski demikian pihaknya mengaku tetap intens menjalin komunikasi dengan pihak asuransi lama yang konon infonya sedang mengalami masalah keuangan alias pailit. "Kami tetap meminta pertanggungjawaban terhadap klaim asuransi nasabah Bank Lopok Ganda yang meninggal dunia ini," katanya seraya berharap kepada pihak keluarga atau ahli waris untuk bersabar dan dapat memberikan waktu kepada pihaknya untuk menyelesaikannya.

"Mengingat sayapun baru empat bulan di sini, tapi yang jelas tidak ada unsur kesengajaan kami untuk tidak mengurus hal ini. Sekali lagi berikan kami waktu, setelah ini kami akan sampaikan ke kantor Pusat pak, kapan kejelasannya saya tidak bisa memberikan jawaban konkrit," pungkasnya. (GA. 003*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.