Header Ads

Dispar Kota Bima Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Budaya Kuliner dan Belanja


Kota Bima, Garda Asakota.-

Dalam rangka menumbuh kembangkan potensi Wisata Budaya Kuliner dan Belanja, Dinas Parawisata (Dispar) Kota Bima melalui Bidang Industri dan Kelembagaan Parawisata melaksanakan kegiatan pelatihan bagi 40 peserta yang terdiri dari anggota Pokdarwis, Karang Taruna dan siswa-siswi SMKN se-kota Bima yang akan menjadi Pemandu Wisata Budaya Kuliner dan Belanja yang bertempat di Hotel Parewa kota Bima, Kamis (31/10).

Kegiatan pelatihan Wisata Budaya Kuliner dan Belanja tersebut dilaksanakan atas dasar Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor : 48 /PMK.O7 / 2019 tentang Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik, dan Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Non fisik Dana Pelayanan Kepariwisataan.

Kepala Dinas Parawisata Kota Bima, Sunarti, S.Sos, MM, kepada wartawan menyatakan bahwa Wisata Budaya Kuliner dan Belanja adalah salah satu alasan utama wisatawan untuk berkunjung di suatu daerah serta menjadi pendukung bagi daya tarik wisata. Oleh karena itu, kata dia, pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja sudah menjadi keharusan dalam pengembangan destinasi wisata.

"Kebutuhan wisatawan bukan hanya menikmati alam atau daya tarik lainnya namun juga kemudahan dalam memenuhi kebutuhan selama berwisata khususnya makanan dan juga belanja terutama untuk belanja oleh-oleh," ungkapnya.

Diakuinya, Kota Bima ada beberapa pusat kuliner yang dapat dikunjungi oleh wisatawan yaitu antara lain Wisata Kuliner Ama Hami dan Lawata yang merupakan destinasi Wisata Kuliner yang berada dipinggiran pesisir teluk Bima dimana terdapat banyak warung kaki lima yang menjual makanan dan hanya ada pada sore hingga malam hari. "Selain itu juga ada Wisata Kuliner Malayu dan Wisata Kuliner Santi yang merupakan sentral kue Trakeli dan Sinci," akunya.

Sedangkan untuk destinasi belanja di Kota Bima ada Pasar Ama Hami dan beberapa galery-galery kerajinan terutama kerajinan tenun yang tersebar di beberapa Wilayah yaitu Ntobo, Rabadompu Barat dan Rabadompu Timur.

Menurutnya, potensi-potensi destinasi wisata kuliner dan belanja di atas, saat ini belum optimal dalam pengembangannya sehingga belum banyak dikenal.

Oleh karena itu, untuk pengembangan potensi-potensi tersebut salah satu upaya yang dapat dilakukan selain promosi yang gencar dan Pemerintah Kota Bima serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung, yaitu menciptakan pemandu-pemandu wisata (guide) karena peran pemandu wisata sangat sentral dan strategis bagi pariwisata karena secara langsung bersentuhan dengan Wisatawan.

"Jika seorang Pemandu Wisata salah memberikan informasi atau dalam memberikan pelayanan tidak sesuai dengan apa yang seharusnya diberikan maka citra daerah akan dipertaruhkan," tegasnya.

Berkaitan dengan itu, Dinas Pariwisata Kota Bima melaksanakan kegiatan pelatihan Pemandu Wisata Budaya Kuliner dan Belanja. Kegiatan tersebut diyakini akan mampu mengoptimumkan peningkatan kemampuan peserta pelatihan Pemandu Wisata Budaya Kuliner dan Belanja yang berdampak positif pada peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat pada masa mendatang.

Dia berharap agar para peserta mampu mengimplementasikan kompetensinya dengan dasar sikap dan etika yang baik sesuai dengan standar minimal yang dipersyaratkan. "Sehingga dari apa yang kita laksanakan pada hari ini bisa bermanfaat dan bernilai positif di masa yang akan datang," pungkasnya. (GA. Yan*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.