Header Ads

Gelar Bimtek IKM, Dinas Koperindag Kota Bima Hadirkan 15 Orang Pengrajin Tenun


Kota Bima, Garda Asakota.-

Kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) IKM digelar oleh Dinas Koperindag bekerja sama dengan Kementerian Perindustriantenun, Minggu (22/9). Selain dihadiri Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE, dan 15 orang dari pengrajin tenun, Bimtek juga dihadiri Direktur IKM, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Ir E Ratna Utarianingrum, M.Si, Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Ir Hj Rini Indriati, dan Kepala Dinas Koperindag Abdul Haris S.Sos di Ball Room Hotel Marina.



Walikota Bima, H Muhammad Lutfi SE menyampaikan terimakasih dan apresiasi untuk Kementrian Perindustrian dan Dinas Koperindag. Diharapkannya kegiatan Bimtek yang berlangsung selama 8 hari sejak tanggal 22 September hingga 29 September ini diharapkan bisa bermanfaat untuk para penun yang ada di Kota Bima.

Walikota juga menjelaskan bahwa menenun menjadi salah satu mata pencaharian sebagian masyarakat Kota Bima dan tenunan Bima sangat terkenal baik di kancah nasional maupun internasional, ini terbukti dengan pegelaran fashion show yang baru dilaksanakan di Darwin-Australia yang menggunakan hasil tenun bima.

Tenun bima memiliki ciri dan motif yang unik dengan warna yang mencolok. Kekhasan inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari tenunan bima. "Ada perhitungan matematis yang sangat rumit dalam setiap helaian tenun yang dibuat, dan ini memakan waktu yang cukup lama", jelas Walikota Bima.

Dalam sambutannya, Direktur IKM, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka, Ir E Ratna Utarianingrum, M.Si, menyampaikan Kota Bima memiliki posisi yang strategis dalam  meningkatkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang memiliki perekonomian nasional dan memiliki kontribusi yang besar dalam penyerapan tenaga kerja serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data statistik BPS, terdapat kurang lebih 4,5 juta unit IKM yang tersebar di wilayah indonesia mencapai 10,5 juta orang atau setara dengan kurang lebih 65% dari total tenaga kerja sektor industri pengolahan non migas.

"Saat ini ada 368 sentra IKM tenun tersebar di hampir seluruh wilayah nusantara, Industri tenun memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, yaitu sebagai penggerak perekonomian rakyat dan penyumbang devisa negara", jelas Ratna.

Untuk komoditi tenun pada tahun 2018 nilai ekspornya mencapai US$ 53,3 juta dengan negara tujuan ekspor adalah Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat.

Dalam memperkuat kualitas produk tenun, Ditjen IKMA juga akan melakukan serangkaian pembinaan bagi IKM melalui fasilitas penguatan sumber daya manusia dengan kegiatan bimbingan teknis dan pendampingan.

Selain itu Ditjen IKMA juga akan memberikan bantuan mesin dan peralatan, peningkatan kualitas produk dan pengembangan pasar, penguatan sentra, penguatan kemampuan Unit Pelayanan Teknis serta penumbuhan Wirausaha Baru.

"Kementerian Perindutrian melalui Ditjen IKMA terus mengembangan potensi tenun yang ada di Kota Bima, sebelumya pada tahun 2018 telah dilaksanakan Bimtek fesyen berbahan baku tenun fasilitasi mesin/peralatan", ujarnya diakhir sambutannya.

Terakhir, diharapkan dengan bimbingan teknis ini dapat meningkatkan keterampilan perajin tenun bima untuk membuat dan mengembangan pola dan desain tenun Bima yang sudah ada. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.