Header Ads

Direct Flight Perth Lombok Sukses, Gubernur NTB Janji Buka Direct Flight Sejumlah Negara Lainnya

Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, bersama masyarakat dan juga beberapa wisatawan melepas anak penyu ke kawasan pantai Sekotong Lombok Barat, Sabtu 21 September 2019.

Lobar, Garda Asakota.-

Keindahan kawasan pantai merupakan salah satu daya tarik dalam menarik lebih banyak wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Apalagi ketika keindahan kawasan wisata itu ditunjang lagi dengan aspek kebersihan kawasan pantainya, maka tentu hal ini akan menambah lagi ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke NTB.

"Banyak wisatawan mancanegara berkunjung ke NTB karena disamping keindahan kawasan pantainya juga karena ditunjang oleh keamanan kawasan pantainya. Meski kawasan pantai di Darwin Australia itu memiliki keindahan yang tidak kalah dari kawasan pantai di Lombok ini, namun kawasan pantai disana tidak aman untuk dikunjungi karena banyak buayanya. Oleh karenanya disamping keindahan dan keamanannya ditambah lagi dengan aspek kebersihan kawasan pantai ini, maka tentu wisatawan akan lebih banyak lagi berkunjung ke kawasan pantai kita ini," kata Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, saat menyampaikan sambutan diacara International Coastal Clean Up Day 2019 bertempat di kawasan pesisir pantai Wyndham Sundacer Resort Sekotong Lombok Barat, Sabtu 21 September 2019.

Diakuinya, meski pada tahun 2018 lalu, Provinsi NTB khususnya Pulau Lombok dihantam oleh bencana gempa bumi besar, namun pihaknya bersyukur masyarakat NTB mampu bertahan dan kembali bangkit memulihkan diri kembali dan siap untuk menerima kehadiran para wisatawan.

"Tanggal 9 Juni 2019 lalu kita sudah ada first direct flight dari Perth Australia ke Lombok. Baru satu direct flight saja sudah berhasil meningkatkan jumlah wisatawan dari Australia terutama dari Australia Barat dengan peningkatan lebih dari 400%. Nah bisa dibayangkan ketika direct flight juga akan dibuka di kota-kota lain seperti Sydney ke Lombok, Melbourne ke Lombok, Singapura ke Lombok dan juga banyak negara lainnya. Maka saya yakin insha Alloh, Pariwisata Lombok akan mengalami kemajuan yang cukup pesat di masa yang akan datang," kata pria yang akrab disapa Doktor Zul ini.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Doktor Zul juga mengungkapkan bahwa persepsi kebanyakan orang selama ini bahwa banyak orang 'barat' yang datang berkunjung ke NTB. 

"Namun berdasarkan data kami, ternyata kami menemukan bahwa wisatawan yang paling banyak datang ke NTB ini yang paling banyak adalah yang datang dari Malaysia. Melihat data ini, maka perlu juga dipertimbangkan adanya program-program wisata yang dibuat dan berkaitan dengan wisatawan dari Melayu Malaysia ini. Atau bisa juga pelaku wisata kita melakukan promosinya ke Malaysia. Selain Malaysia, ternyata kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke NTB ini juga banyak yang berasal dari China. Oleh karenanya kita nanti akan mengupayakan adanya Direct Flight dari China menuju Lombok. Tentu dengan adanya peningkatan kunjungan wisatawan dari beragam etnik ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku wisata untuk dapat menghadirkan 'hidangan' wisata yang eksotis dan menarik kepada para pengunjung," sarannya.

Sementara itu, General Manager Wyndham Sundancer Resort Lombok, Ardi Wilson mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Gubernur yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat, khususnya dalam sektor wisata pantai.

 "Acara di Sekotong ini, kami liput di 20.000 hotel Wyndham yang tersebar di seluruh dunia," ungkapnya.

Pembukaan International Coastal Clean Up Day 2019 kemudian diakhiri dengan pelepasan tukik (anak penyu). Gubernur bersama masyarakat dan juga beberapa wisatawan melepas tukik tersebut ke lautan lepas. (GA. Im/**)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.