Header Ads

Dinas Koperasi Gelar Kegiatan Pelatihan dan Pendidikan untuk UMKM di Kabupaten Bima

Iwan Setiawan, SE.
Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima melalui Dinas Koperasi dan UMKM menggelar kegiatan pelatihan dan pendidikan untuk UMKM selama lima hari yang berlangsung di Hotel Parewa Kota Bima. Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Bima, Iwan Setiawan, SE, menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dilaksanakan pihaknya khusus untuk warga masyarakat sebagai pelaku usaha mikro kecil menengah yang ada di wilayah Kabupaten Bima.

Pantauan langsung wartawan, pelatihan yang digelar mulai 16 September hingga 20 September 2019 ini menghadirkan 30 orang peserta dari perwakilan tiap-tiap kecamatan se-Kabupaten Bima kecuali perwakilan kecamatan Tambora. Dalam kegiatan tersebut, kata Iwan, ada beberapa Narasumber yang dihadirkan yaitu Narasumber dari kalangan Praktisi, dari Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, bahkan juga dari PLUT Kota Bima.

"Maksud di laksanakannya pelatihan ini adalah semata mata untuk memotivasi masyarakat pelaku usaha ultra mikro atau pelaku usaha pemula yang berada di level paling bawah yang baru menekuni bidang usaha dengan modal yang sangat kecil agar tetap bersemangat menekuni usahanya," ungkap Iwan, Jumat (20/9).

Adapun tujuan pelatihan ini adalah untuk menjawab permasalahan-permasalahan atau keluhan para pelaku usaha ultra mikro kecil terhadap dua aspek yaitu aspek keterbatasan, akses permodalan yaitu tentang minimnya pengetahuan mereka akan tata cara pengajuan pinjaman permodalan di Perbankan yang mereka tidak tahu.

"Bahkan kadangkala akses tersebut ada di sekitar mereka, tetapi mereka tidak tahu. Untuk itulah kemudian kita mencoba memberikan informasi yang sangat dibutuhkan oleh mereka," katanya.

Kata mantan Kabag Ekonomi Pemda Bima tersebut bahwa dengan adanya kegiatan pelatihan dan pendidikan ini, maka akan ada ruang untuk mereka berkomunikasi terkait dengan hal-hal yang tidak di mengerti bisa ditanyakan. "Sehingga nantinya setelah selesai pelatihan, mereka telah paham dan mengerti. Dan pada saat action di lapangan mereka sudah sangat paham," tegas Iwan.

Kemudian aspek kedua, tambahnya, adalah tentang keterbatasan pengetahuan mereka tentang teknologi seperti gudget atau android. Mereka punya gudget tetapi mereka tidak memahami cara penggunaannya tentang bagaimana cara pemasaran produk secara online tentang pengolahan produk dan pengepakkan dan bagaimana agar produknya bisa bertahan lama supaya tidak basi dan berjamur.

"Kemudian bagaimana cara mengurus ijin halal, ijin edarnya juga ijin brandingnya. Mereka punya potensi untuk itu tetapi mereka tidak mengetahuinya karenanya mereka harus di tuntun, untuk itulah melalui kegiatan pelatihan dan pendidikan ini, mereka akan kita bekali," imbuhnya. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.