Header Ads

RAPBD 2020 Direncanakan Sebesar Rp5,72 T, Devisit Sekitar Rp15,2 M

Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah saat berpose bersama Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda, SH.,MH dan Wakil Ketua DPRD NTB, TGH Mahali Fikri, saat acara Rapat Paripurna DPRD NTB, Selasa malam 20 Agustus 2019. (Sumber Foto:Humas DPRD NTB).


Mataram, Garda Asakota.-

Rancangan APBD (RAPBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB Tahun Anggaran (TA) 2020 direncanakan sebesar Rp5,72 Triliun lebih, bertambah sebesar Rp227,76 Miliar lebih atau 4,14% dibandingkan dengan RAPBD Perubahan TA 2019 sebesar Rp5,49 triliun lebih.

"Sementara jumlah belanja daerah sebesar Rp5,68 triliun dan terdapat devisit anggaran sebesar Rp15,2 Miliar yang ditutupi dari pembiayaan netto," ujar Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah, saat menyampaikan pidato pengantar Nota Keuangan APBD TA 2020 dihadapan Pimpinan DPRD NTB dan atau sekitar 37 orang anggota DPRD NTB, sejumlah Kepala SKPD Pemprov NTB, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pada Rapat Paripurna DPRD NTB, Selasa malam 20 Agustus 2019. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB di tahun 2020 juga merencanakan akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,1 Trilyun lebih atau lebih dari 37,04% dari total RAPBD TA 2020 serta belanja fungsi kesehatan sekitar Rp529,15 Milyar lebih atau 11,75 % dari total RAPBD TA. 2020.

"Pengalokasian anggaran tersebut menunjukkan tingginya komitmen Pemprov NTB khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan guna mewujudkan NTB Gemilang," timpal sosok yang akrab disapa Umi Rohmi ini.

Dikatakannya, tema pembangunan NTB di Tahun 2020 adalah "Pembangunan Manusia Untuk NTB Tangguh, Mantap dan Lestari". 

Guna mendukung pelaksanaan Tema tersebut serta pencapaian visi jangka panjang dan menengah, kata Wagub, maka telah dijabarkan beberapa program prioritas dengan alokasi anggaran sebesar Rp748,99 Milyar lebih atau sekitar 33% dari alokasi Belanja Langsung RAPBD 2020.

"Program prioritas itu diantaranya, program pemenuhan infrastruktur dengan alokasi anggaran sebesar Rp442,67 Milyar. Program industrialisasi sebesar Rp197,76 M, program revitalisasi posyandu dan stunting sebesar Rp77,14 M lebih. Dan program Zero Waste dengan alokasi anggaran sebesar Rp31,40 M lebih," urai Wagub.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp1,84 triliun yang bersumber dari pajak daerah direncanakan sebesar Rp1,49 triliun, retribusi daerah direncanakan sebesar Rp19,63 Miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan direncanakan sebesar Rp54,37 miliar.

"Sementara lain-lain PAD yang sah ditargetkan sebesar Rp276,16 Miliar. Untuk penerimaan daerah dari dana perimbangan direncanakan mencapai Rp3,76 triliun," kata Wagub.

Untuk Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp5,68 triliun dengan komposisi belanja tidak langsung sebesar Rp3,44 triliun lebih dan belanja langsung sebesar Rp2,24 triliun lebih.

Pada malam itu juga Badan Anggaran melalui Juru Bicara Banggar DPRD NTB, Muzihir, menyampaikan saran dan pendapatnya terhadap Nota Keuangan dan RAPBD 2020. (GA. 211/215*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.