Header Ads

"Nasib" Atlet Bilyard Pra PON NTB Ditengah Minimya Anggaran

Ketua Persatuan Olahraga Bilyard Seluruh Indonesia (POBSI) Provinsi NTB, Bahtiar Thamrin, ST., berpose bersama sejumlah atlet bilyard di Sekretariat KONI NTB.

Mataram, Garda Asakota.-

Memprihatinkan, dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah Provinsi NTB untuk memajukan kegiatan olahraga di Daerah tampaknya sangat kurang sekali. Hal ini terlihat dengan minimnya anggaran yang dialokasikan Pemda dalam APBD Perubahan 2019 untuk memback up kegiatan Prakualifikasi PON ke-20. Minimnya anggaran ini diprediksikan akan mempengaruhi "nasib" para atlet ditengah minimnya anggaran dan target prestasi yang harus mereka bawa pulang.

"Dengan kondisi KONI NTB yang memiliki anggaran yang sangat terbatas, sangat kesulitan sekali bagi Pengurus Cabang Olahraga seperti kami di POBSI ini untuk berkiprah lebih jauh menghadapi Prakualifikasi PON ini. Kami berharap pak Gubernur dapat memberikan perhatian dan bantuannya untuk KONI NTB agar dapat mengalokasikan anggaran bagi KONI NTB dalam menghadapi Pra PON ini," ujar Ketua Persatuan Olahraga Bilyard Seluruh Indonesia (POBSI) Provinsi NTB, Bahtiar Thamrin, ST., kepada wartawan media ini, Selasa malam 20 Agustus 2019 di Mataram.

KONI NTB, lanjut pria yang juga merupakan pengurus KONI NTB ini, pada APBD Murni 2019, hanya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp3 Milyar. Anggaran ini menurutnya tidak termasuk alokasi anggaran untuk memback up kegiatan Pra PON. 

"Anggaran Rp3 M ini dialokasikan untuk semua Cabor dan Cabor unggulan. Tentu anggaran itu tidak akan cukup untuk memback up kegiatan semua Cabor dan Cabor Unggulan apalagi untuk memback up kegiatan Pra Pon ini. Makanya kami sangat berharap Pemprov NTB dapat mengalokasikan anggaran tersendiri untuk memback up kegiatan Pra Pon ini setidaknya sekitar Rp2 M lagi," cetusnya.

Imbas dari minimnya anggaran Koni NTB, sehingga bantuan yang diberikan Koni NTB bagi para atlet bilyard yang mengikuti sejumlah kegiatan Pra Pon yang dihelat di Jakarta itu menurutnya hanya sebesar Rp10 juta. Anggaran ini menurutnya sangat terbatas sekali untuk memberangkatkan sekitar sembilan atlet bilyard dengan dua (2) orang official yang ikut menemani para atlet tersebut. 

"Anggaran sebesar itu mana cukup untuk membiayai transport, konsumsi dan akomodasi serta kegiatan para atlet dan official selama sepuluh hari di Jakarta. Mau tidak mau langkah swadaya dan pengorbanan harus kami lakukan dan kerjasama dengan Pemda Kabupaten dan Kota untuk memback up kegiatan ini sehingga tadi (Selasa 20/08/2019) para atlet dan official itu bisa diberangkatkan ke Jakarta," cetus pria yang merupakan alumnus Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram ini.

Hanya saja pihaknya mengaku sangat khawatir anggaran yang dimiliki pihak POBSI NTB ini tidak akan mencukupi untuk memback up kegiatan sembilan atlet dan dua official yang mengikuti kegiatan Pra Pon ini.

"Sehingga kami sangat berharap pak Gubernur NTB dapat memberikan bantuan dan perhatiannya untuk mengalokasikan anggaran tambahan bagi KONI NTB khusus untuk memback up anggaran kegiatan Pra Pon ini," pungkasnya. (GA. Im*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.