-->

Notification

×

Iklan

Penuhi Kebutuhan Tenaga Kesehatan Di Wilayah Terpencil, Pemda Diminta Prioritaskan Tenaga Lokal

Monday, July 15, 2019 | Monday, July 15, 2019 WIB | 0 Views Last Updated 2019-07-15T12:42:48Z
Ketua Yayasan Al-Amin, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Mataram Provinsi NTB, H Hadi Suryatno, M. Kes.

Mataram, Garda Asakota.-

Ketua Yayasan Al-Amin, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Mataram Provinsi NTB, H Hadi Suryatno, M. Kes., menyarankan Pemerintah Daerah di Provinsi NTB agar dapat melakukan distribusi secara merata tenaga-tenaga kesehatan di wilayah-wilayah terpencil yang jauh dari akses Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) agar kebutuhan tenaga kesehatan dapat terpenuhi untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Jika kita melihat ketersediaan tenaga kesehatan di wilayah-wilayah terpencil di sejumlah Kabupaten dan Kota di NTB, penempatan tenaga kesehatan ini belum mampu memenuhi kebutuhan aspek pelayanan kesehatan masyarakat. Belum lagi masih adanya keengganan dari sejumlah person tenaga kesehatan yang ditempatkan didaerah terpencil untuk mau bertugas diwilayah terpencil. Hal ini tentu harus menjadi pertimbangan sendiri bagi Pemda untuk dicarikan solusinya,” ujar pria yang tengah merampungkan Studi Doktoral di Program Studi Kesehatan ini kepada wartawan media ini, Senin 15 Juli 2019.

Ketidakmerataan sebaran tenaga-tenaga kesehatan di Provinsi NTB ini menurutnya salah satu penyebabnya diakibatkan oleh factor banyaknya pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) bidang kesehatan yang berasal dari luar NTB dan ketika ditempatkan diwilayah-wilayah terpencil di NTB kurang mampu beradaptasi dengan keadaan dan kondisi di wilayah penempatannya sehingga tidak lama bertugas di wilayah terpencil itu, tenaga kesehatan ini kemudian mengajukan pindah kedaerah-daerah perkotaan.

“Inilah yang menjadi salah satu factor penyebabnya sehingga berdampak pada tidak berjalannya sistem penyelenggaraan bidang kesehatan kita dengan baik. Dan ini berlaku untuk semua tenaga kesehatan kita baik pada level tenaga Dokter maupun tenaga perawat. Harusnya konsepnya itu mengikuti konsep penempatan seperti penempatan Bidan Desa,” saran pria yang dikenal ramah ini.

Pihaknya menyarankan kepada Pemerintah Daerah agar dalam proses pengangkatan tenaga kesehatan yang akan ditempatkan diwilayah-wilayah terpencil ini harus diprioritaskan kepada warga-warga lokal yang sudah memiliki kemampuan mengenal dan memahami kondisi geografis dan adat istiadat masyarakat diwilayah penempatan.

“Sehingga mereka memiliki kemampuan untuk melakukan adaptasi dan bersosialisasi dengan masyarakat setempat. Saya sangat setuju ketika model pengangkatannya itu sama seperti sistem zonasi agar aspek pelayanan kesehatan kedepannya dapat terdistribusi secara merata sampai ke wilayah-wilayah terpencil,” pungkasnya. (GA. Im*)
×
Berita Terbaru Update