Header Ads

Serius Majukan Literasi, Wakil Bupati Bima Bertemu Kepala Perpusnas RI


Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M.  Noer (DMN) didampingi Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bima, Basyirun, S. Pd. M.Pd, saat bersama Kepala Perpusnas RI, Syarif Bando.






Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer (DMN) didampingi Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bima, Basyirun, S. Pd. MPd, dan Kasi Bappeda Kumara, S. STP. M. Si, berangkat ke Jakarta untuk menemui Kepala Perpustakaan Nasional RI Syarif Bando beserta jajarannya di gedung Perpustakaan Nasional yang baru yaitu di Jalan Medan Merdeka Selatan kompleks Monas.

Dua hari sebelumnya Kepala Bidang Perpustakaan telah berkoordinasi dengan Asisten Kepala Perpusnas RI perihal rencana pertemuan tersebut. Dan akhirnya disepakati hari rabu (24/7) pukul 14.00 Wib. Basyirun yang merupakan birokrat yang berasal kecamatan Lambu ini menjelaskan bahwa maksud pertemuan itu adalah selain dalam rangka menjalin silaturrahim juga untuk meningkatkan koordinasi terkait kegiatan pengembangan perpustakaan dan literasi Daerah. Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk advokasi Dana DAK untuk pembangunan gedung fasilitas Layanan Perpustakaan Daerah.

Setiba di Jakarta, Wakil Bupati Bima dan rombongan langsung menuju Perpustakaan Nasional dan diterima oleh Kepala Perpusnas di VIP meeting room di lantai 5. Dalam kesempatan itu hadir pula Bupati Button Sulawesi Tenggara.

Pertemuan berlangsung dalam suasana resmi diawali dengan penyampaian kata kata sambutan dari Kepala Perpusnas
Bapak Syarif Bando yang berasal dari Sulawesi Selatan ini sangat mengapresiasi kedatangan Wakil Bupati Bima karena jarang jarang Pejabat setingkat Bupati dan wakil Bupati berkunjung ke Perpustakaan Nasional.

Syarif Bando menjelaskan bahwa posisi Perpustakaan Nasional adalah lembaga non kementerian dan sudah menjadi urusan wajib dalam pembangunan.  Saat ini, kata dia, perpustakaan tidak lagi melulu soal tumpukan buku buku tapi lebih dari itu ikut membantu pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui program Literasi yang berdampak langsung untuk Kesejahteraan masyarakat.

Perpustakaan sekarang dilatih untuk melaksanakan kegiatan pelibatan masyarakat di perpustakaan seperti pelatihan ketrampilan dan ekonomi kreatif. Program tersebut dikembangkan secara terbatas di 60 kabupaten/kota di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Bima dan KLU di NTB.

Menutup sambutannya, Syarif Bando yg baru mengikuti Lemhanas mengatakan bahwa berdasarkan evaluasi stafnya,  Perpustakaan Daerah Kabupaten Bima sangat baik kinerjanya, banyak inovasi walaupun gedung dan sarpras masih minim dan tidak memenuhi standar. "Pak Basyirun gencar mengirim laporan,  foto foto dan berita berita media massa terkait kegiatan perpustakaan daerah dan geliat literasi di Bima,' ujar Syarif Bando. Oleh karena itu pihaknya berjanji akan memprioritaskan bantuan untuk Kabupaten Bima.

Sementara itu,  Wakil Bupati Bima DMN ketika diberikan kesempatan berbicara menyampaikan terima kasih kepada Kepala Perpusnas dan Jajarannya yang telah menerima dirinya dan rombongan yang jauh-jauh dan susah payah dari Bima. "Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami," ujar H. Dahlan.

Wakil Bupati yang akrap disapa Babe ini juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kepercayaan Perpusnas kepada kabupaten bima utk melaksanskan program literasi untuk kesejahteraan karena tidak semua daerah dapat.

Selanjutnya Babe meyakinkan kepada kepala Perpusnas bahwa walaupun masuk sebagai daerah tertinggal tetapi Kabupaten Bima sangat serius dan memiliki komitmen yg tinggi untuk memajukan perpustakaan dan literasi daerah. "Terbukti, kami sudah membuat peraturan Bupati tentang gerakan literasi dan mewujudkan Kabupaten Bima sebagai Kabupaten Literasi," tuturnya.

Masalah besar perpustakaan Daerah Kabupaten Bima adalah belum adanya gedung fasilitas layanan yang lengkap, nyaman dan berstandar nasional sebagai icon literasi daerah. Gedung yang dipakai sekarang sangat sempit dan tidak layak serta masih berlokasi di kota Bima.

Di akhir pertemuan, Wakil Bupati Bima menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah milik pemerintah daerah untuk pembangunan gedung fasilitas layanan perpustakaan daerah kepada Kepala Perpustakaan Nasional RI. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.