Header Ads

Berkat Modal BTPN Syariah, Ibu-Ibu Pra Sejahterah di Bima Bangkit Menjadi Inspirasi

Kelompok usaha gerabah di Desa Waduwani Kecamatan Woha Kabupaten Bima NTB yang mendapat atensi pembiayaan dari BTPN Syariah.


Kota Bima, Garda Asakota.-

Salah satu usaha yang ditopang dengan pembiayaan modal dari BTPN Syariah (PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk) dirasakan sekali manfaatnya oleh Ibu Nuryatin, ibu rumah tangga pra sejahterah yang membuka usaha pembuatan jajan tradisional Bima di Desa Kenanga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

BTPN Syariah saat ini memang tengah fokus melakukan pemberdayaan nasabah perempuan di segmen prasejahtera produktif. "Awalnya, saya membuka usaha-kecil kecilan di rumah, menjual dan menerima pesanan kue kering khas Bima seperti tarekling, pangaha sinci, birua, dan sebagainya," ungkapnya kepada wartawan, Selasa sore (30/7), saat menerima kunjungan Tim BTPN Syariah yang melakukan kunjungan Nasabah bersama sejumlah wartawan.

Ibu Nuryatin saat dikunjungi Tim BTPN Syariah dan sejumlah wartawan.

Di saat dirinya merasa kesulitan modal usaha, tahun 2014 datanglah BTPN Syariah memberikan pinjaman modal Rp5 juta. Kemudian dari modal itu, ia gunakan untuk menambah produksi dan karyawan. "Alhamdulillah karena usaha berkembang, saya mengajak ibu-ibu pra sejahterah produktif lainnya untuk bergabung dan mengambil pinjaman di BTPN Syariah. Gampak kok, nggak repot prosedurnya. Tanpa ada jaminan, cukup foto copy KTP dan KK," promonya saat itu. Usaha yang dirintis Ibu Nuryatin ini cukup dikenal luas di seputaran Bolo dan sekitarnya.

Sekarang, diakuinya jumlah anggota kelompoknya menjadi 13 orang. Mereka semuanya dari kalangan ibu-ibu dengan beragam usaha seperti bakulan dan perkiosan. "Merekapun saat ini mengalami perubahan usaha, ada yang dapat pinjaman Rp2juta, Rp4juta. Bahkan dalam periode ini ada anggota kelompok yang mendapatkan pinjaman besarannya sama seperti saya, Rp20 juta," ungkap Nuryatin yang mengaku memiliki omzet dari hasil usahanya itu di atas Rp3 juta per hari.

Selain dia, ada banyak ibu-ibu pra sejahterah lainnya yang juga mendapat atensi dari BTPN Syariah. Sebut saja pengrajin gerabah di Desa Waduwani Kecamatan Woha Kabupaten Bima. Di desa ini rupanya ada kelompok ibu-ibu yang telah lama mendapat pendampingan langsung dari BTPN Syariah.

Ibu Fatmah misalnya. Pengrajin gerabah ini mengaku usahanya kian berkembang berkat suntikan dana dari BTPN Syariah. "Awalnya saya dikasih Rp2 juta, kemudian Rp3 juta dan Rp4 juta. Sekarang ngambil Rp8 juta," akunya.  Dana itu, kata dia, biasanya digunakan sebagai modal usaha gerabah yang digelutinya bersama belasan ibu-ibu produktif lainnya yang ada di desa Waduwani Kecamatan Woha.

"Dari hasil penjualan gerabah ini bisa dipakai untuk mengangsur pinjaman dan sebagainya disisihkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari," katanya.

Communication Head BTPN Syariah Pusat, Ainul Yaqin, mengungkapkan bahwa ibu-ibu pra sejahterah di Bima bisa seperti ini karena memegang prinsip empat perilaku unggul yang dilatih oleh Timnya di lapangan yakni, berani berusaha, disiplin, kerja keras dan solidaritas.

 "Jadi kunci keberhasilan dari usaha mereka ini adalah memegang prinsip empat perilaku umum seperti yang saya sebutkan tadi, Ibu Fatma di Waduwani dan Ibu Nuryatin di Desa Kananga adalah contoh ibu-ibu yang memegang prinsip itu," ungkapnya didampingi Business Coach Area MataBaliKu2 BTPN Syariah, Nurhaidah dan Tim.

BTPN Syariah itu adalah prinsip bisnisnya dengan sistem menjemput bola. Mereka punya karyawan yang datang langsung ke sentra-sentra nasabah dan dilayani langsung ke sentra nasabah. "Jadi para nasabah itu tidak perlu datang ke kantor cabang. Kita berikan pelayanan ini dengan prinsip melayani langsung ke komunitas," akunya.

Hingga per Juni tahun 2019 total jumlah keluarga pra sejahtera yang sudah dilayani oleh BTPN Syariah adalah sebanyak 30.000 untuk area Bima. Kira-kira berapa maksimal dana yang bisa dibantu oleh BTPN Syariah itu berapa per nasabahnya ? Ainul memastikan bahwa program BTPN Syariah itu adalah program yang mengikuti kemampuan dari nasabahnya.

BTPN Syariah bisa menerima nasabah yang tidak memiliki usaha sekalipun, karena seleksi awal yang kita lakukan adalah dengan memverifikasi apakah nasabah inilah layak dan bertanggung jawab terhadap pembiayaan atau tidak?.

"Dari situ kita fokusnya membantu nasabah itu supaya tidak menjadi beban bagi mereka, nah pendekatan pertama inilah yang kita sebut dengan pelatihan dasar keanggotaan sebelum mereka menerima pembiayaan dari BTPN Syariah.

Mereka cukup mengikuti pelatihan dasar keanggotaan secara rutin, cukup hadir tiga hari berturut-turut dan mereka memahami, nah di hari ketiga kita bisa melihat apakah nasabah ini layak dan tidak layak menerima pembiayaan dari BTPN Syariah dan biasanya karena keinginan yang besar mereka cepat menerima pembelajaran untuk menjadi nasabah BTPN Syariah.

Jadi, untuk mereka yang belum memiliki usaha rata-rata pembiayaannya mendapatkan dana sebesar Rp2 juta dan pembiayaan ini akan meningkat seiring dengan suksesnya usaha mereka di lapangan," tuturnya panjang lebar.

Bagaimana dengan risiko rasio kredit bermasalah (NPF)?. Khusus di area Bima, NPF nya itu tidak sampai 1 porsen atau hanya 0,97 porsen. Dengan kata lain bahwa masyarakat Bima ini terutama ibu-ibu pra sejahterah diakuinya sangat bertanggungjawab terhadap pembiayaan yang diberikan oleh BTPN Syariah.

Dia menegaskan bahwa BTPN Syariah fokuskan melayani warga pra sejahterah dimana hingga saat ini sudah tercatat sekitar 3,6 juta nasabahnya per Juni 2009. "Itu murni perempuan. BTPN  sepakat bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu bukan hanya tugas dari pemerintah, tetapi BTPN Syariah juga punya kewajiban moral untuk meningkatkan kesejahteraan Ibu-ibu Pra Sejahtera Indonesia. Jadi bukan hanya tanggung jawab mutlak pemerintah, tetapi semua orang bisa melakukan usaha yang sama.

Dan memang BTPN Syariah dibangun dengan tujuan untuk memberikan kesempatan tumbuh dan hidup lebih berarti bagi berjuta masyarakat Indonesia. Kita melihat potensi ibu-ibu pra sejahterah ini adalah potensi yang besar. Jadi, gerakan yang kita laksanakan ini mengacu kepada kesucian dan kemurnian visi dan misi dari BTPN Syariah itu sendiri.

Bagaimana masyarakat Bima ini bisa merubah diri mereka, apapun yang kita berikan, tanpa adanya niat, tanpa adanya perilaku unggul yang dilakukan maka mustahil untuk bisa sejahterah. Ibu Fatma yang berada di desa Waduwani dan Ibu Nuryatin di Desa Kenanga ini membuktikan bahwa mereka  memegang empat perilaku itu yakni berani berusaha, disiplin, kerja keras dan solidaritas

Mereka lambat laun mempunyai prinsip yang mampu merubah dirinya dari warga masyarakat pra sejahterah menjadi masyarakat sejahterah. Mereka ini mampu menginspirasi lingkungan di sekitarnya,  inilah bukti bahwa program yang dijalankan oleh BTPN Syariah ini perlahan tapi pasti menunjukkan tanda-tanda pada kesuksesan.

"Pastinya, BTPN Syariah hadir untuk mewujudkan dan meraih mimpi mereka lebih cepat. Kesuksesan lainnya semua orang tahu bahwa pengelolaan keuangan BTPN Syariah dan kesuksesan lainnya lagi adalah. perhatian dari investor terhadap BTPN Syariah," pungkas pria asli Kota Bima ini. (GA. 212*)




Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.