Header Ads

Balada Ibu Kandung ( Refleksi Perayaan Hari Jadi Bima ke 379)

Oleh : Alan Malingi



Hari Jadi Bima yang diperingati setiap tanggal 5 Juli itu sesungguhnya bukan hari jadi Kabupaten Bima. 5 Juli adalah momentum berdirinya kesultanan Bima pada tahun 1640. Penetapan Hari Jadi Bima telah melalui seminar sejarah pada tahun 1995. Saat itu, kota  Bima belum terbentuk. Perayaan Hari Jadi Bima pada masa awal penetapannya memang tidak semeriah saat ini. Pada masa itu, Pemerintah Kabupaten Dati II Bima, termasuk di dalamnya kecamatan Rasanae yang saat ini menjadi wilayah Kota Bima menggelar perayaan Hari Jadi Bima secara bersama-sama.

Namun setelah kota Bima terbentuk melalui Undang-Undang nomor 13 Tahun 2002, Pemerintah dan masyarakat kota Bima tidak lagi menjadi bagian dari peringatan hari Jadi Bima. Saya  warga asli kota Bima yang mengadu nasib sebagai ASN di Pemerintah Kabupaten Bima, belum pernah mendengar instruksi lurah atau pengumuman dari Ketua RT untuk memeriahkan hari Jadi Bima.

Hal itu cukup beralasan karena sejak 2002, Kota Bima menggelar HUT nya sendiri pada setiap tanggal 10 April. Sedangkan 5 Juli setiap tahun diperingati oleh Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bima. Beban perayaan hari Jadi Bima ditanggung oleh “ Ibu kandung yang bernama Kabupaten Bima. “

Jika menelisik dari sejarah, dimana 5 Juli 1640  adalah berdirinya kesultanan Bima sebagai satu kekuatan politik, sosial budaya di sunda kecil sejak berabad abad lamanya, maka peringatan momentum sakral dan bersejarah ini semestinya dirayakan secara bersama-sama oleh Pemerintah dan masyarakat   kota dan kabupaten Bima serta masyarakat Bima dimana saja berada.

5 Juli adalah titik penting bagi perkembangan peradaban  Dana Mbojo, dimana Islam yang rahmatan lilalamin telah bersemi di Bumi Bima dan mempengaruhi segala sendi kehidupan masyarakatnya. Itulah yang menjadi alasan kenapa  momentum 5 Juli ditetapkan sebagai hari jadi bagi masyarakat Bima hingga saat ini.

Kedepan, perlu diupayakan perayaan Hari Jadi Bima secara bersama-sama. Pawai budaya hari jadi Kota Bima diikuti oleh perwakilan masyarakat di kabupaten Bima, demikian pula jika pawai budaya hari jadi Bima setiap 5 juli diikuti oleh perwakilan masyarakat  kota Bima. Komunitas dan paguyuban etnis yang ada di Bima sangat aktif mengikuti pawai budaya baik di kota Bima maupun kabupaten Bima, kenapa masyarakat Kabupaten Bima dan Kota Bima tidak bisa bergabung di dua perayaan itu..Tentunya hal ini harus ada penggeraknya. Tulisan ini adalah salah satu penggerak untuk hal ini disamping himbauan dan ajakan dari dua pemerintahan dan juga para tetua.

Bima itu tetap satu. Hilangkan dikotomi antara Kota dan Kabupaten Bima. Wilayah ini tetap memiliki satu payung peradaban dan Budaya yaitu budaya Mbojo. Sekat-sekat yang membelenggu selama ini perlu dicairkan agar kita dapat bersama-sama menyambut hari yang istimewa ini. Momentum 5 Juli adalah momentum pelestarian dan promosi segala kekayaan alam dan budaya Mbojo. 
Selamat hari jadi Bima ke-379. Bimaku, Bimamu, Bima kita semua.

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.