Header Ads

Target Terpenuhi di Tahun 2018, Gubernur Akui NTB Alami Banyak Kemajuan

Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah.

Mataram, Garda Asakota.-

Penyelenggaraan aspek pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Provinsi NTB Tahun Anggaran (TA) 2018 diakui Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, telah mengalami kemajuan. Kemajuan itu menurut Gubernur NTB pada saat menyampaikan pidato penjelasannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Anggaran TA 2018 dihadapan Rapat Paripurna DPRD NTB pada Selasa 18 Juni 2019, ditandai dengan terlihatnya realisasi capaian indicator kinerja pada masing-masing bidang pembangunan, program dan kegiatan secara umum yang telah memenuhi target.

“Kendati demikian, kami pun dengan berbesar hati mengakui juga masih terdapatnya kekurangan dan kendala yang dihadapi terutama paska terjadinya bencana alam gempa bumi yang melanda daerah kita. Tentu dimasa mendatang, Pemda akan terus berusaha melakukan evaluasi dan perbaikan untuk mengatasi berbagai kendala-kendala tersebut, salah satunya melalui upaya koordinasi dan kemitraan yang konstruktif dengan rekan-rekan di Legislatif,” jelas Gubernur NTB dihadapan Rapat Paripurna DPRD NTB yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD NTB, H Abdul Hadi, dan didampingi oleh dua Wakil Ketua DPRD NTB lainnya yakni TGH Mahali Fikri dan Lalu Wirajaya.



Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB mengungkapkan bahwa pada sisi pendapatan Tahun 2018 direncanakan sebesar 5,36 Triliun rupiah lebih dengan realisasi sebesar 4,94 triliun rupiah lebih atau 92,18% yang diliputi PAD sebesar 1,66 triliun rupiah lebih atau 93,93% dari target yang ditetapkan dengan rincian Pajak Daerah sebesar 1,26 triliun rupiah lebih atau 98,18%; Retribusi Daerah sebesar 21,27 Milyar rupiah lebih atau 35,76%; Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar 60,08 Milyar rupiah lebih atau 96,43%; dan lain-lain PAD yang sah sebesar 309,37 milyar rupiah lebih atau 87,71%.

Sementara dari aspek Pendapatan Transfer adalah sebesar 3,27 triliun rupiah lebih atau 96,55% dari target yang ditetapkan yang berasal dari transfer Pemerintah Pusat Dana Perimbangan dengan rinciannyaadalah Bagi Hasil Pajak direncanakan sebesar 146,96 milyar rupiah lebih atau 77,76%; bagi hasil bukan pajak sebesar 114,67 milyar rupiah lebih atau 83,73%; Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 1,53 tiliun rupiah lebih atau 100%; Dana ALokasi Khusus (DAK) sebesar 330,07 milyar rupiah lebih atau 93,86%; dan DAK Non Fisik sebesar 1,08 triliun rupiah lebih atau 96,96%.

Sementara dari dana transfer pempus lainnya adalah terdiri dari Dana Penyesuaian sebesar 27,25 milyar rupiah lebih atau 100%; Bantuan Keuangan sebesar 31,28 milyar rupiah lebih atau 110,72%.

“Dan untuk lain-lain pendapatan yang sah merupakan pendapatan hibah yang direncanakan sebesar 204,93 milyar rupiah lebih dengan realisasi sebesar 9,90 milyar rupiah lebih atau 4,83%,” terang pria yang akrab disapa dengan Bang Zul ini.

Pada sisi realisasi belanja tahun 2018, diakui oleh Bang Zul mengalami penurunan dibandingkan dengan realisasi belanja tahun 2017, dimana pada tahun 2018 realisasi belanja adalah sebesar 4,66 triliun rupiah lebih atau 89,83%, sementara realisasi belanja pada tahun 2017 adalah sebesar 4,69 triliunan rupiah lebih.

Menanggapi pidato Gubernur NTB tersebut, Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB, Drs H Humaidi, yang berkesempatan meyampaikan pendapat dan saran Banggar DPRD NTB terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD NTB TA 2018 tersebut juga memberikan beberapa catatan-catatan kritis seperti soal realisasi pendapatan daerah tahun 2018 yang lebih kecil dari target yakni delapan persen lebih kecil dari target anggaran.

“Realisasi pendapatan daerah tahun 2018 adalah delapan persen lebih kecil dari target anggaran, dan tiga persen lebih rendah dari realisasi pendapatan daerah tahun 2017. Realisasi pendapatan daerah tahun 2018 adalah sebesar Rp. 4.941.246.974.629 atau 92,18 % dari target anggaran sebesar Rp. 5.360.502.949.869, dan 2,79% lebih rendah dari realisasi pendapatan daerah tahun 2017 yang sebesar Rp. 5.083.156.004.900,” kritis Banggar DPRD NTB.

Banggar juga menyorot soal rendahnya kinerja realiasasi anggaran yang diperlihatkan oleh masing-masing sumber pendapatan daerah. “Kinerja realisasi anggaran yang dibawah target ditunjukkan oleh masing-masing sumber pendapatan daerah pada akhir tahun anggaran 2018. realisasi PAD adalah 93,93% dari anggaran yang sebesar Rp. 1.767.746.421.040, dan menurun  1,43% dari realisasi PAD pada tahun 2017 yang sebesar Rp. 1.684.468.709.594. realisasi terendah terjadi pada komponen retribusi pendapatan (35,76%). Realisasi pendapatan transfer adalah 96,55% dari anggaran Rp. 3.270.925.230.010, dan menurun 1,55% dari realisasi tahun 2017 yang sebesar Rp. 3.387.820.694.184. realisasi lain-lain pendapatan yang sah adalah 4,83% dari anggaran Rp. 204.935.834.645 dan menurun 87,03% dari realisasi pada tahun 2017 yang sebesar Rp. 76.365.690.000.,” imbuhnya. (GA.211/215*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.