Header Ads

SDN 03 Kobi Gelar Pelepasan Siswa Kelas VI dan Perpisahan Tujuh Orang Guru

Kepala SDN 03 Jatiwangi Kota Bima, Wuriyati, S.Pd.SD., saat menyerahkan bingkisan kenang-kenangan kepada salah satu pegawai sekolah, M. Saleh  yang dirotasi ke tempat tugas barunya, kantor Kelurahan Jatiwangi.


Kota Bima, Garda Asakota.-

Isak tangis keharuan mewarnai prosesi pelepasan siswa Kelas VI SDN 03 Jatiwangi Kota Bima yang di rangkaikan dengan pesta perpisahan tujuh orang guru yang dirotasi ke sekolah. Prosesi tersebut berlangsung Sabtu pagi (29/6) di halaman SDN 03 Kota Bima.



Suasana kian haru tatkala salah seorang siswa Kelas VI, Nur Aulia, yang mewakili teman-temannya membacakan untaian kata perpisahan di hadapan undangan yang hadir.  "Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang tak pernah mengenal lelah, apalagi mengeluh saat mendidik kami dalam waktu yang cukup panjang. Yang membekali kami dengan ilmu pengetahuan sebagai bekal kami menyongsong masa depan sehingga kami menjadi murid seperti yang engkau harapkan, terimakasih guru ku jasa mu tiada tara". Demikian penggalan kalimat puisi yang dibacakan dengan penuh penghayatan tersebut.

Ada banyak pesan dan kesan yang disampaikan oleh Kepala SDN 03 Jatiwangi Kota Bima, Wuriyati, S.Pd.SD., termasuk menggambarkan jalinan hubungan antara sekolah dengan wali murid dan warga masyarakat di lingkungan sekitar dalam menjaga kenyamanan dan keamanan sekolah.

Dia mengharapkan adanya kerjasama yang baik antara wali murid dengan pihak sekolah terutama sekali tetangga yang ada di sekitar lingkungan sekolah agar dapat menumbuhkan rasa kepedulian untuk menjaga dan merawat selokah. "Karena sekolah ini bukan sekolah kami kalangan guru atau sekolah orang lain melainkan sekolah kita semua. Karenanya mari kita peduli, peduli dan peduli," ajaknya.

Sementara itu, Ketua Komite sekolah pun dalam sambutannya menegaskan bahwa keluh kesah yang di sampaikan oleh pihak sekolah bukanlah sebuah ungkapan kekesalan apalagi kebencian dari seorang kepala sekolah, melainkan sebuah bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekolah sebagai sekolah milik bersama. "Karena memang seperti itulah realita yang terjadi di sekolah kita ini," kata Aksad, S.Pd, M.Pd.

Kepada anak anak yang akan meninggalkan sekolah Ketua Komite berharap setelah ini akan menjadi anak yang dapat di banggakan oleh orang tua, lingkungan serta Bangsa dan Negara. Begitupun dengan dirotasinya tujuh orang guru, juga secepatnya diharapkan akan hadir guru-guru pengganti yang baru sehingga proses belajar dan mengajar tetap berjalan sesuai harapan bersama. "Semoga segera ada penggantinya," pungkasnya. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.