Header Ads

Wabup Dahlan Terima Tim DFAT Australia


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Lima  orang tim yang dipimpin oleh Mary Feanley-Sander Penasehat Teknis Senior (Senior Technical Advisor) Program INOVASI bersama  Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (Department of Foreign Affairs and Trade/DFAT) Australia, Senin (275/)  melakukan tatap muka dengan Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer (DMN), di Ruang Kerja Wakil Bupati.


DMN mengakui kehadiran program INOVASI cukup luar biasa bagi pemerintah Kabupaten Bima karena telah memunculkan semangat baru di dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. "Pendekatan guru BAIK hasilnya sangat bermanfaat bagi pengembangan karir guru. Melalui pendekatan ini guru bisa melihat masalah lokal untuk diangkat dan dikembangkan menjadi laporan tertulis atau karya ilmiah yang bisa menjadi angka kredit bagi guru tersebut," ujarnya.

Ketika Tim menanyakan apa masukan yang bisa pemerintah daerah berikan berkaitan dengan kehadiran program INOVASI, Dahlan mengemukakan bahwa penting untuk meningkatkan peran para fasilitator daerah agar menjangkau lebih luas penerapan konsep guru baik ini di seluruh wilayah. Disamping itu, kata dia, pihaknya baru melewati 3 siklus atau 3 tahun program ini berjalan dan masih diperlukan 2 tahun sehingga siklus secara keseluruhan berlangsung selama 5 tahun agar program ini mantap.

Mary yang hadir dengan Belynda McNaughton (DFAT), Basilius Bengoteku (Senior Technical Advisor Program INOVASI), Hetty Cislowski,  dan Sri Rezki Widuri mengatakan bahwa kunjungan ini untuk melakukan Strategy test program INOVASI Bima sebagai satu instrumen penting dalam melihat capaian strategi yang digunakan program dari waktu ke waktu. "Dalam artian, apakah strategi yang diterapkan INOVASI bermanfaat bagi pemerintah daerah.

Secara umum program inovasi bertujuan agar hasil belajar siswa di sekolah dasar mengalami peningkatan dalam arti kata tim menginginkan agar strategi yang diterapkan berhasil dalam perspektif pemerintah daerah. Mary menambahkan, Strategy test ini juga penting untuk mengkaji keberlanjutan program yang tengah dijalankan. "Jika nanti program INOVASI telah keluar (tidak beroperasi lagi) di Kabupaten Bima, maka harus dipastikan hal-hal apa yang perlu di kembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah," jelas Mary. (GA. 212*)


Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.