Header Ads

Warga Hingga Kades Keluhkan Minimnya Sosialisasi oleh KPU Kabupaten dan Kobi



Kades Rada, Supratman, S. Sos. 

Bima, Garda Asakota.-

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan berlangsung pada tanggal 17 April 2019 nantinya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dikeluhkan minim melakukan sosialisasi kepada pemilih. Padahal nantinya saat ke bilik suara masyarakat akan memegang lima lembar kertas suara, bahkan ada beberapa surat suara yang tidak mencantumkan foto calon seperti surat suara untuk DPRD Kabupaten/kota, DPR Provinsi dan DPR RI.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan media ini, ibu Siti Hawa warga dusun Bontoranu Desa Rada Kecamatan Bolo merasa bingung saat ditanya tentang warna 5 kertas surat suara untuk calon legislatif (Caleg) maupun DPD dan Capres nantinya. "Saya hanya tahu surat suara untuk calon Presiden dan DPRD Kabupaten saja, itupun saya tidak tahu persis warna surat suara seperti apa. Kalau calon Presiden saya tahu karena ada fotonya," akunya kepada wartawan, Selasa (2/4).

Bukan hanya warga biasa, Kepala Desa Rada juga mengeluhkan kurangnya sosialisasi pemilu yang dilakukan KPU Kabupaten Bima terhadap warganya. Padahal menurutnya, kali ini merupakan salah satu Pemilu yang sangat sulit karena nantinya pemilih akan dihadapkan dengan lima kertas surat suara yang berbeda. "Tentu saja, sejauh ini masyarakat saya masih bingung cara membedakan surat suara," ungkap Kades Rada, Supratman, S. Sos. Pihaknya berharap KPU agar kiranya rutin menggelar sosialisasi terhadap pemilih karena ini merupakan penentu nasib daerah dan bangsa lima tahun kedepan.

Sementara itu, klaim diri KPU Kota Bima sebagai lembaga Penyelenggara Pemilu yang ingin mewujudkan Pemilu yang berkualitas dengan telah melakukan intensitas sosialisasi kepada warga masyarakat terkait dengan tekhnis pelaksanaan Pemilihan Umum termasuk di dalamnya adalah tentang warna dari kertas suara rupanya bertolak belakang dengan kenyataan yang di jumpai di tengah-tengah masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, masih banyak kalangan warga masyarakat yang tak mengetahui tentang warna tersebut mulai dari kalangan Pelajar, ASN, bahkan Kader dan Caleg Parpol.

Seperti pengakuan warga Kelurahan Jatibaru, Ahmad. "Saya dekat dengan seorang Caleg tapi hingga hari ini saya tidak tahu warna surat suara pada Pemilu nanti karena memang harus saya akui bahwa tidak ada sosialisasi dari pihak manapun yang pernah kami temui dan kami ikuti," akunya.

Hal senadapun di sampaikan oleh Marwan dari kelurahan Na'e yang juga mengakui tidak adanya pihak KPU yang turun mensosialisasikan tahapan agenda Pemilu 2019.  "Tidak ada itu sosialisasi terkait dengan Pemilu lebih-lebih terkait warna surat suara, kami tak pernah melihat ada sosialisasi di wilayah kami. Justru saya tahunya dari TV itupun lupa-lupa ingat," cetusnya singkat. (GA. 003/004*)
     .

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.